EWS Longsor Selamatkan 100 KK di Aceh Besar

Minggu, 29 November 2015 - 22:24 WIB
EWS Longsor Selamatkan...
EWS Longsor Selamatkan 100 KK di Aceh Besar
A A A
JAKARTA - Sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) di Aceh Besar, Aceh, selamat dari bencana longsor di daerah tersebut. Hal ini tidak terlepas dari alat sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di daerah tersebut.

Menurut Kapusdatin Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, hujan deras yang mengguyur Aceh Besar telah menyebabkan longsor dan banjir bandang di Desa Neuhun, Kecamatan Masjid Raya, pada Sabtu (28/11/2015) pukul 19.30 WIB.

Daerah ini merupakan tempat relokasi korban tsunami 2004. Kondisinya merupakan lahan bekas bukit yang dipotong untuk dijadikan permukiman. Kondisi lingkungan kurang memadai karena banyak drainase yang tertutup menyebabkan timbulnya genangan. Kondisi tersebut diperburuk karena ada aktivitas penambangan di bagian atas permukiman.

Sejak awal, daerah ini sudah diketahui memiliki risiko tinggi longsor. Karena itu, BNPB dan BPBD Aceh Besar bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) memasang EWS (Early Warning System) atau Sistem Peringatan Dini Longsor pada tahun 2015.

Pada saat kejadian, kebetulan Tim dari UGM beserta BPBD sedang menyiapkan kegiatan tahap akhir dari pemasangan EWS yaitu berupa persiapan pelaksanaan geladi evakuasi mandiri.

EWS yang terpasang bekerja dengan baik. Lima jam sebelum kejadian longsor dan banjir bandang yaitu pukul 12.05 dan 14.15 WIB, sirine telah berbunyi saat hujan deras turun sehingga warga yang sedianya akan berlatih evakuasi dialihkan menjadi evakuasi yang sebenarnya.

"Kondisi ini menyebabkan 100 KK, yaitu 40 KK di bagian atas yang berisiko tinggi dan 60 KK di bagian bawah dapat melakukan evakuasi sebelum bencana. Longsoran sedimen dari banjir bandang masuk ke dalam 10 rumah dari 40 rumah yang terancam," jelas Sutopo dalam rilisnya, Minggu (29/11/2015).

Sutopo menambahkan, kondisi saat ini pada tebing masih tersisa batu-batu yang besar ukuran 3 mx3 m yang siap meluncur dan dapat berisiko merusak lebih banyak rumah lagi. Karena itu, yang perlu dilakukan adalah warga yang terancam tetap ditampung di tempat yang aman dan disediakan kebutuhan dasar.

"Material yang siap meluncur agar diamankan. Penambangan galian C di perbukitan dengan menggunakan alat berat agar dievaluasi kembali," pungkas Sutopo.
(zik)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
3 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
4 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
5 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
5 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
7 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
7 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved