Dekat dengan Jokowi, Alasan Buruh Minta Bantuan Ahok

Kamis, 26 November 2015 - 21:10 WIB
Dekat dengan Jokowi,...
Dekat dengan Jokowi, Alasan Buruh Minta Bantuan Ahok
A A A
JAKARTA - Ribuan buruh yang menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta sengaja meminta bantuan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar pemerintah pusat mencabut PP No 78/2015 tentang Pengupahan. Kedekatan Ahok dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi alasan utama buruh meminta bantuan orang nomor satu di Pemprov DKI Jakarta tersebut.

Ketua DPP FSP LEM-SPSI DKI Jakarta Yulianto mengungkapkan, PP tersebut memang dibuat oleh pemerintah pusat dan tak ada kaitannya dengan Ahok. "Logikanya begini. Pak Ahok dan Pak Jokowi kan berteman. Nah kita minta bantuan Pak Ahok, agar menyampaikan ke Pak Jokowi bahwa buruh DKI Jakarta menolak PP No 78/2015 itu," ungkap Yulianto seusai bertemu dengan perwakilan Kesbangpol dan hendak kembali, Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015).

Yulianto menjelaskan, ada pasal di dalam PP yang diminta untuk revisi atau setidaknya dicabut PP tersebut. "Buruh keberatan dengan Pasal 44 PP No 78 tahun 2015 tentang Pengupahan," jelasnya.

Menurut Yulianto, dalam Pasal 44 tertulis yakni,"(1) Penetapan Upah minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (1) dihitung dengan menggunakan formula perhitungan upah minimum.
(2) Formula perhitungan upah minimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut: UMn = UMt + {UMt x (Inflasit + % ∆ PDBt)}. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai perhitungan upah minimum dengan menggunakan formula sebagaimana yang ada di Pasal 2."

Yulianto menilai, pemerintah pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja terburu-buru mengeluarkan formula itu. "Kamu kan bisa melihat RPP Pengupahan itu dulu bunyinya adalah KHL. Tapi ketika disahkan menjadi formula," ucapnya.

Yulianto optimis Ahok dapat membantu buruh untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Jokowi.
(whb)
Berita Terkait
Ratusan Buruh Bongkar...
Ratusan Buruh Bongkar Gelar Demo di Gudang Bulog Kelapa Gading
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Massa Buruh Ogah Pulang,...
Massa Buruh Ogah Pulang, KASBI: Kami Bertahan, Menunggu Respons Pemerintah!
Buruh Ancam Gelar Aksi...
Buruh Ancam Gelar Aksi Nasional jika Program Tapera Tak Dibatalkan
May Day 2024, Massa...
May Day 2024, Massa Mulai Bergerak di Jalan MH Thamrin Menuju Patung Kuda
May Day, Massa Buruh...
May Day, Massa Buruh Mulai Long March dari Balai Kota Jakarta ke Patung Kuda
Berita Terkini
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
15 menit yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
6 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
6 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
8 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
10 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
11 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved