Ini Penyebab Jumlah Gay Bertambah dan Eksis
Rabu, 18 November 2015 - 14:37 WIB
Ini Penyebab Jumlah Gay Bertambah dan Eksis
A
A
A
DEPOK - Menurut pengamat sosial dari Universitas Indonesia, banyak faktor yang memengaruhi eksisnya komunitas gay di beberapa daerah, salah satunya karena tak berjalannya fungsi kontrol sosial di masyarakat.
Kondisi ini makin diperparah dengan tayangan di media massa dan media sosial yang memberikan tempat bagi orang yang berperilaku menyimpang ini.
Masyarakat perkotaan yang memiliki sifat enggan mencampuri urusan orang membuat apa yang terlihat aneh sekarang menjadi hal biasa.
"Kalau dulu orang diberikan hukuman sosial menjadi tidak nyaman, sekarang sudah tidak lagi seperti itu karena masyarakat kota cenderung enggan mencampuri urusan orang lain," kata pengamat sosial budaya dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, Rabu (18/11/2015).
Berkembangnya tayangan di media massa dan media sosial juga memberikan kontribusi terhadap bertambahnya orang dengan perilaku menyimpang. Misalnya melalui musik, hiburan dan promosi video game. "Sehingga tidak mengherankan kalau jumlah gay saat ini bertambah," ungkapnya.
Mereka melihat apa yang disajikan di media massa melalui tayangan hiburan sebagai sebuah trend baru. Trend itu kemudian dijadikan pembenaran bagi mereka yang memang telah memiliki penyimpangan. "Bagi yang belum, juga melihatnya sebagai sebuah trend baru," katanya.
Sebelumnya diberitakan, diperkirakan 5.791 pria di Depok adalah gay. Estimasi itu didapat dari hasil pemetaan yang dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Depok. (Baca: Gawat Jumlah Gay di Depok Terus Bertambah)
Ironisnya, Lelaki Suka Lelaki (LSL) yang ada di Depok rata-rata berusia produktif antara 17-24 tahun. Mereka ada yang sudah berkeluarga ada yang belum.
PILIHAN:
Dengar Komentar Ahok, Ini Reaksi Haji Lulung
DKPP Hukum Tiga Panwas Kota Tangsel
Kondisi ini makin diperparah dengan tayangan di media massa dan media sosial yang memberikan tempat bagi orang yang berperilaku menyimpang ini.
Masyarakat perkotaan yang memiliki sifat enggan mencampuri urusan orang membuat apa yang terlihat aneh sekarang menjadi hal biasa.
"Kalau dulu orang diberikan hukuman sosial menjadi tidak nyaman, sekarang sudah tidak lagi seperti itu karena masyarakat kota cenderung enggan mencampuri urusan orang lain," kata pengamat sosial budaya dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, Rabu (18/11/2015).
Berkembangnya tayangan di media massa dan media sosial juga memberikan kontribusi terhadap bertambahnya orang dengan perilaku menyimpang. Misalnya melalui musik, hiburan dan promosi video game. "Sehingga tidak mengherankan kalau jumlah gay saat ini bertambah," ungkapnya.
Mereka melihat apa yang disajikan di media massa melalui tayangan hiburan sebagai sebuah trend baru. Trend itu kemudian dijadikan pembenaran bagi mereka yang memang telah memiliki penyimpangan. "Bagi yang belum, juga melihatnya sebagai sebuah trend baru," katanya.
Sebelumnya diberitakan, diperkirakan 5.791 pria di Depok adalah gay. Estimasi itu didapat dari hasil pemetaan yang dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Depok. (Baca: Gawat Jumlah Gay di Depok Terus Bertambah)
Ironisnya, Lelaki Suka Lelaki (LSL) yang ada di Depok rata-rata berusia produktif antara 17-24 tahun. Mereka ada yang sudah berkeluarga ada yang belum.
PILIHAN:
Dengar Komentar Ahok, Ini Reaksi Haji Lulung
DKPP Hukum Tiga Panwas Kota Tangsel
(ysw)