Aktivitas Bromo Meningkat, Warga Tengger Gelar Tradisi Mayu

Senin, 16 November 2015 - 22:59 WIB
Aktivitas Bromo Meningkat,...
Aktivitas Bromo Meningkat, Warga Tengger Gelar Tradisi Mayu
A A A
PROBOLINGGO - Peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Bromo beberapa hari terakhir ini membuat warga Suku Tengger menggelar Tradisi Mayu untuk keselamatan daerah mereka.

Warga yang bermukim di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo ini berharap kepada Tuhan yang maha kuasa agar Gunung Bromo tidak membawa bencana bagi mereka.

Tradisi Mayu ini digelar rutin lima tahunan mengikuti siklus vulkanik Gunung Bromo atau pada saat pemangku adat menangkap isyarat buruk terhadap Gunung Bromo.

Tradisi Mayu ini juga sebagai wujud permohonan warga Suku Tengger agar tetap diberikan keselamatan dan kesejahteraan meski Gunung Bromo terjadi erupsi.

Ratusan warga, tua dan muda ini mengarak berbagai hasil bumi dan sesaji dari Balai Desa menuju rimah pemangku ada yang berada di Dusun Cemoro Lawang, pintu masuk Gunung Bromo. Arak-arak sejauh 3 kilometer ini diiringi musik tradisional khas Suku Tengger.

Setibanya di rumah pemangku adat, berbagai hasil bumi, jajanan pasar, sesaji dan kepala sapi didoakan pemangku adat.

Pemangku adat mengimbau warga melakukan kegiatan seperti biasa dan tidak panik meski aktivitas Gunung Bromo saat ini cenderung meningkat.

"Tradisi Mayu ini sebagai bentuk pengharapan warga kepada Tuhan memohon keselamatan dan kesejahteraan. Tradisi ini dilakukan manakala ada peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Bromo yang terjadi lima tahun sekali," kata Supoyo, tokoh masyarakat Suku Tengger.

Sementara berdasarkan pengamatan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dibanding hari-hari sebelumnya, terjadi penurunan aktivitas kegempaan tremor Gunung Bromo.

Jika sebelumnya gempa tremor mencapai 7 milimeter (mm) saat ini turun menjadi 6 mm. Secara visual asap putih pekat beraroma belerang mengarah ke barat daya dengan ketinggian 50 sampai 100 meter dari bibir kawah.

"Seismik aktivitas Gunung Bromo cenderung dengan gempa tremor terus menerus 0.5 hingga 6 milimeter. Hembusan abu vulkanik bercampur belerang juga masih keluar, namun jatuh hanya di sekitar caldera atau lautan pasir," kata Ahmad Subhan, Kepala Pos Pantau PVBMG Gunung Bromo.

PVBMG mengimbau agar pada sekitar kawah Gunung Bromo steril dari aktivitas warga dan wisatawan. Hal ini untuk mengantisipasi potensi terjadinya peningkatan semburan abu material vulkanis yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
(sms)
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
4 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
4 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
5 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
5 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
7 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
8 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved