Tolak Digusur, Pedagang Pasar Kalimalang Geruduk Kantor Lurah Cakung Barat
Senin, 16 November 2015 - 10:36 WIB
Tolak Digusur, Pedagang Pasar Kalimalang Geruduk Kantor Lurah Cakung Barat
A
A
A
JAKARTA - Ratusan warga dan pedagang Pasar Kalimalang, Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, menggeruduk Kantor Kelurahan Cakung Barat pada Senin (16/11/2015). Mereka menyampaikan aspirasi menolak rencana penggusuran.
Koordinator warga dan pedagang Abdul Rosyid mengatakan, aksi unjuk rasanya itu sebagai bentuk penolakan atas rencana penggusuran warga dan pedagang disepanjang bantaran Kalimalang."Kita ke sini menyampaikan lima tuntutan pedagang dan warga Cakung. Satu stop penggusuran pasar apabila tidak ada penyediaan lokasi baru untuk pedagang," kata Rosyid kepada MNC Media, Senin (16/11/ 2015).
Kedua, lanjut Rosyid, kembalikan uang pungutan liar Pasar Kalimalang. "Ketiga, kami menolak penggusuran secara sepihak. Empat, percepat perbaikan Jalan Tipar Cakung," ujarnya.
Untuk tuntutan ke lima, lanjut Rosyid, para pedagang meminta untuk segera selesaikan relokasi Pasar Kalimalang, Cakung Barat, banjir di RT 18/07 serta penutupan jalan rusun Tipar Cakung.
Sementara itu kuasa hukum warga dan pedagang Abdurrahman Solissa mengungkangkan, hasil dari negosiasi bersama Lurah Cakung Barat bahwa hari ini tidak ada penggusuran.
"Tadi hasilnya Ibu Lurah menampung aspirasi kita dan akan menindaklanjutinya kepada Wali Kota Jakarta Timur bahkan kepada Gubernur DKI," ujar Abdurrahman yang juga aktivis pemuda Perindo itu.
Sementara itu Sariadi (47) pedagang ikan mengharapkan ada kejelasan soal relokasi pedagang. "Kami nurut kok. Kami mau ditata. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan di mana nanti kami berdagang setelah digusur," ujarnya.
Pantauan Sindonews, ratusan warga dan pedagang Pasar Kalimalang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor lurah Cakung Barat. Tak hanya itu mereka juga menggelar aksi mogok berdagang sebagai simbol penolakan.
Sekadar informasi warga dan pedagang telah dikirimi SP2 pada minggu lalu yang rencananya akan dilakukan pembongkaran pada hari ini.
Koordinator warga dan pedagang Abdul Rosyid mengatakan, aksi unjuk rasanya itu sebagai bentuk penolakan atas rencana penggusuran warga dan pedagang disepanjang bantaran Kalimalang."Kita ke sini menyampaikan lima tuntutan pedagang dan warga Cakung. Satu stop penggusuran pasar apabila tidak ada penyediaan lokasi baru untuk pedagang," kata Rosyid kepada MNC Media, Senin (16/11/ 2015).
Kedua, lanjut Rosyid, kembalikan uang pungutan liar Pasar Kalimalang. "Ketiga, kami menolak penggusuran secara sepihak. Empat, percepat perbaikan Jalan Tipar Cakung," ujarnya.
Untuk tuntutan ke lima, lanjut Rosyid, para pedagang meminta untuk segera selesaikan relokasi Pasar Kalimalang, Cakung Barat, banjir di RT 18/07 serta penutupan jalan rusun Tipar Cakung.
Sementara itu kuasa hukum warga dan pedagang Abdurrahman Solissa mengungkangkan, hasil dari negosiasi bersama Lurah Cakung Barat bahwa hari ini tidak ada penggusuran.
"Tadi hasilnya Ibu Lurah menampung aspirasi kita dan akan menindaklanjutinya kepada Wali Kota Jakarta Timur bahkan kepada Gubernur DKI," ujar Abdurrahman yang juga aktivis pemuda Perindo itu.
Sementara itu Sariadi (47) pedagang ikan mengharapkan ada kejelasan soal relokasi pedagang. "Kami nurut kok. Kami mau ditata. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan di mana nanti kami berdagang setelah digusur," ujarnya.
Pantauan Sindonews, ratusan warga dan pedagang Pasar Kalimalang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor lurah Cakung Barat. Tak hanya itu mereka juga menggelar aksi mogok berdagang sebagai simbol penolakan.
Sekadar informasi warga dan pedagang telah dikirimi SP2 pada minggu lalu yang rencananya akan dilakukan pembongkaran pada hari ini.
(whb)