15 Truk Dinilai Kurang Angkut Gunungan Sampah dari Pasar Kramat Jati

Jum'at, 13 November 2015 - 22:19 WIB
15 Truk Dinilai Kurang...
15 Truk Dinilai Kurang Angkut Gunungan Sampah dari Pasar Kramat Jati
A A A
JAKARTA - Gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur diangkut menggunakan 15 truk sampah untuk dibuang ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Namun Sayang, belasan truk itu juga dinilai kurang untuk mengangkut gunungan sampah di pasar tersebut.

Plh Manajer Pasar Induk Kramatjati Nurman Adhi mengatakan, gunungan sampah di TPS sudah mulai dibersihkan saat ini hingga Senin 16 November 2015 atau tiga hari ke depan. Bahkan, air lindi yang bau dan licin tidak bisa dibersihkan dalam waktu satu hari.

"Hari ini sampah yang terangkut sudah mencapai 15 truk, langsung dibuang ke TPST Bantar Gebang. Pembuangan sampah ini kerja sama dengan Sudin Kebersihan Jakarta Timur," ujarnya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (13/11/2015).

Menurut Nurman, dari 15 truk yang dikerahkan, 12 di antaranya berkapasitas sekitar 22 kubik atau setara dengan 8 ton sampah. Sedangkan tiga truk lainnya hanya berkapastias sekitar empat ton.

Di bulan Oktober hingga Maret 2015 ini merupakan musim buah-buahan. Sehingga, volume sampah menjadi semakin bertambah dari biasanya.

Sampah-sampah pun berasal dari buah-buahan, seperti jerami padi, peti, dan buah yang busuk dibuang ke TPS yang ada. Dia pun berharap, agar Sudin Kebersihan Jakarta Timur menyiapkan dan menambah armada truk sampah agar tidak ada penumpukan lagi.

Menanggapai hal itu, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan, Dinas Kebersihan sudah menugaskan Sudin Kebersihan Jakarta Timur untuk membersihkan gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.

Menurut dia, pihak pasar harus berinisiatif agar sampah itu tidak menggunung seperti sekarang. Seperti membuat bank sampah, komposting atau mengolah sampah dengan sistem 3R. Sehingga volume sampah yang ada berkurang dari biasanya.

"Jadi selain kami bersihkan, di internal mereka juga harus mampu membersihkan dan mengelola sampah. Pasar Jaya harus mampu mengelola sampah sendiri," pungkasnya.

PILIHAN:

Gedung Bekas Dinas PU Akan Dihibahkan ke BNN
(mhd)
Berita Terkait
Pengolahan Sampah dan...
Pengolahan Sampah dan Rendahnya Kesadaran Jadi Masalah Serius
Rayakan HPSN, Kemkominfo...
Rayakan HPSN, Kemkominfo Ajak Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat
Sampah Elektronik di...
Sampah Elektronik di Indonesia Diprediksi Tembus 4,4 Juta Ton, Begini Cara Mengatasinya
Horor! 100 Ton Sampah...
Horor! 100 Ton Sampah Menumpuk di Kali Jambe Bekasi
Saset Jadi Penyumbang...
Saset Jadi Penyumbang Sampah Plastik Terbesar di Indonesia
Kasus Penumpukan Sampah...
Kasus Penumpukan Sampah yang Mengganggu Warga
Berita Terkini
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
2 jam yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
2 jam yang lalu
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
2 jam yang lalu
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
2 jam yang lalu
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
3 jam yang lalu
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
6 jam yang lalu
Infografis
Jika Tidur Kurang dari...
Jika Tidur Kurang dari 7 Jam Sehari, Ini yang Terjadi pada Tubuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved