Pesawat N219 Ditawarkan Seharga USD6 Juta

Kamis, 12 November 2015 - 15:08 WIB
Pesawat N219 Ditawarkan...
Pesawat N219 Ditawarkan Seharga USD6 Juta
A A A
BANDUNG - Setelah sempat vakum selama kurang lebih 20 tahun, PT Dirgantara Indonesia akhirnya kembali membuat pesawat lokal kembali bernama N219.

Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengatakan, pesawat yang komponen lokalnya 60% ini memiliki nilai investasi hingga Rp600 miliar.

"Nilai investasinya sekitar Rp500-600 miliar. Sebagian besar dananya ditanggung pemerintah. Kami utamakan modal dalam negeri," katanya usai Syukuran Atas Pencapaian Tahap Validasi Rekayasa Rancang Bangun Struktur N219, di Hanggar Pesawat N219, PT Dirgantara Indonesia, Jalan Padjajaran, Kamis (11/11/2015).

Diakuinya, banyak pemodal asing yang ingin ikut memodali pembuatan pesawat ini. Namun pihaknya tetap mengutamakan modal dalam negeri untuk menjaga nilai tawar pesawat lokal agar tetap bisa bersaing dengan kelas pesawat sejenis dari luar negeri.

"Untuk harga komersilnya sekitar 5-6 juta dolar Amerika," ungkapnya.

Selain modal dalam negeri, pihaknya juga memberdayakan produksi dalam negeri sebagai komponennya.

"Misalkan saja kaca. Kami mengajari industri otomotif lokal untuk membuat kaca sejenis pesawat ini. Supaya ke deoannya mereka sudah bisa memproduksi sendiri dan dipakai untuk pesawat lokal," bebernya.

Dia menyebutkan, sejauh ini pesawat buatan Indonesia tersebut sudah banyak yang memesan baik dari BUMN maupun negara tetangga. Namun hingga kini pihaknya masih menunggu izin dari pemerintah jika pesawat diproduksi massal sehingga belum bisa dijanjikan.

"Ya benar, sudah ada beberapa BUMN yang ingin kontrak dengan kita. Tapi kami tidak bisa janji, soalnya kalau mereka minta 20 pesawat diawal, yang lain bagaimana? Kesannya kami memonopoli. Kami tidak ingin seperti itu," jelasnya.

Bahkan, dari negara tetangga seperti Thailand sudah ada yang ingin kerjasama dalam pembuatan pesawat sejenis ini.

"Kanada bahkan menawarkan untuk sertifikasi pesawat di sana dan Kementrian Pertahanan Kroasia juga sudah ingin membidik untuk memesan," pungkasnya. (san)
(sms)
Berita Terkait
KSAU Tinjau Pembuatan...
KSAU Tinjau Pembuatan Pesawat CN235, NC212i dan N219 di PTDI
NASA Jajaki Pembuatan...
NASA Jajaki Pembuatan Pesawat Penumpang Tercepat di Dunia
Rolls-Royce Rampungkan...
Rolls-Royce Rampungkan Pembuatan Mesin Pesawat Terbesar di Dunia, Begini Kehebatannya
NASA Jajaki Pembuatan...
NASA Jajaki Pembuatan Pesawat Penumpang Tercepat di Dunia, New York-London 1,5 Jam
Semangat Kakek Berusia...
Semangat Kakek Berusia 75 Tahun di Yogyakarta Membuat Barongsai dari Limbah Kertas
Bisnis Tak Menentu Saat...
Bisnis Tak Menentu Saat Pandemi, Laporan Keuangan Tetap Harus Menarik, Caranya?
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
2 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
4 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
5 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
7 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
7 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
9 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved