Pemberantasan Korupsi Ahok Dipertanyakan

Selasa, 10 November 2015 - 05:30 WIB
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi Ahok Dipertanyakan
A A A
JAKARTA - Komitmen Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberantas korupsi di lingkungan Pemprov DKI dipertanyakan. Selain temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) soal pembelian lahan RS Sumber Waras, Ahok masih pertahankan pejabat eselon II yang tersandung dugaan korupsi.

Direktur Center for Budget Analisis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, perombakan pejabat yang dilakukan Pemprov DKI hingga saat ini tidak menyentuh Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Agus Bambang Setyowidodo. Padahal, kata Uchok, saat menjabat sebagi Kepala Dinas Informasi Komunikasi dan Kehumasan pada 2014, Agus terlibat dalam ‎kasus dugaan korupsi pengadaan Handy Talky (HT) senilai Rp30 miliar yang kini ditangani Kejaksaan Tinggi Jakarta.

Rinciannya, lanjut Uchok, Rp17,5 miliar pengadaan HT dan Rp12,995 pengadaan rig atau jalur HT. Kasus ini sampai sekarang berjalan di Kejaksaan Tinggi dan belum dihentikan

"Kasus ini terjadi karena penunjukan langsung yang dilakukan Agus saat menjabat sebagai Kadis Infokom. Kok, Ahok yang antikorupsi tidak bereaksi dalam kasus ini. Ini kan aneh dan bertolak belakang dengan komitmen Ahok yang antikorupsi," kata Uchok Sky Khadafi di Jakarta, Senin 9 November 2015 kemarin.

Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik mengaku sudah memberikan masukan kepada Ahok soal kasus pengadaan ribuan unit HT di Dinas Komunikasi Informasi dan Kehumasan DKI tahun anggaran 2014. Pada tahun itu, SKPD tersebut menganggarkan sekitar Rp30 miliar untuk membeli sebanyak 1.275 unit HT merek Sepura.

"Pengadaan barang ini telah kami soroti saat laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran 2014 tahun lalu karena kami nilai bermasalah. Namun pandangan kami tidak digubris Gubernur," ungkapnya.

Tafik melihat adanya tebang pilih dalam pemberantasan korupsi yang dilakukan Ahok. "Kami berharap Ahok fokus dalam penyerapan anggaran saja," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ahok tidak mau berkomentar lebih jauh. Ahok menyerahkan semuanya kepada penegak hukum untuk memproses pejabat dilingkunganya yang terlibat korupsi.

Ahok mengaku sangat serius dalam membereskan korupsi. Hanya saja, ada oknum BPK yang tidak percaya terkait kasus sumber waras. "‎Saya sangat serius untuk membereskan korupsi, yang enggak percaya sama saya itu cuma oknum BPK saja terkait kasus Sumber Waras," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
KPK Sebut Potensi Korupsi...
KPK Sebut Potensi Korupsi ASN di Pemprov DKI dari Anggaran Ini
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
Protes Pengesahan P2APBD,...
Protes Pengesahan P2APBD, F-PAN DPRD DKI: Harus Transparansi
Walk Out saat Paripurna,...
Walk Out saat Paripurna, DPRD DKI Minta Anies Kembalikan Pokir
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
3 jam yang lalu
Infografis
Zelensky Tuding Perusahaan...
Zelensky Tuding Perusahaan AS Korupsi Bantuan Militer untuk Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved