Kali Cideng Tercemar Beton Cair

Sabtu, 07 November 2015 - 03:14 WIB
Kali Cideng Tercemar...
Kali Cideng Tercemar Beton Cair
A A A
JAKARTA - Meskipun telah dikeruk, Kali Cideng diketahui masih penuh dengan endapan. Ribuan kubik lumpur di dasar Kali Cideng diduga berasal dari sisa pembuangan limbah batching plant PT Adhimix Jatibaru.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Tri Djoko mengatakan, pendangkalan kali tersebut disebabkan karena adanya pembuangan limbah bekas cucian truk mixer yang berasal dari batching plant PT Adhimix. Limbah cair berupa lumpur beton yang diketahui rutin dibuang ke dalam Kali Cideng itu menyebabkan pendangkalan hingga penuh endapan.

Kondisi tersebut menyebabkan tidak kunjung usainya proses pengerukan sedimen Kali Cideng yang dilakukan oleh pihaknya selama beberapa waktu lalu. "Ini salah satu contoh kelakuan kontraktor besar yang mengakibatkan kali Cideng dari arah Jalan Thamrin penuh lumpur. Padahal kita lagi ngeruk kali tersebut sejak beberapa bulan lalu," kata Tri Joko, Jumat 6 November 2015 kemarin.

Terkait hal tersebut, Tri mengaku telah melaporkan kejadian dan bersurat kepada Dinas Penataan Kota DKI Jakarta. Tri meminta agar Dinas Penataan Kota DKI Jakarta dapat menutup batching plant PT Adhimix tersebut. "Sudah jelas menyalahi aturan, secepatnya kita minta agar batching plant PT Adhimix itu ditutup," tegasnya.

Plant Manager PT Adhimix Juli Kurniawan mengatakan, sangkaan yang disampaikan Dinas Tata Air terkait pencemaran limbah berasal dari pencucian truk mixer ke dalam Kali Cideng tidak benar. Karena, sejak Plant PT Adhimix Jatibaru dibangun pada tahun 2005, pengolahan limbah sudah dilakukan secara terpadu.

Pengolahan limbah tersebut dimulai dari menampung sisa limbah dalam tiga bak penampungan khusus yang berfungsi untuk memisahkan air dengan endapan. Selanjutnya, air yang tertampung akan dipompa dan digunakan sebagai bahan pencampur beton cair dalam fasilitas batching plant kembali.

"Tidak ada limbah cair yang dibuang ke dalam Kali Krukut atau Kali Cideng. Air bekas pengolahan limbah kami gunakan kembali untuk pencampuran," jelasnya.

Langkah serupa dikatakannya, diaplikasikan pada pencucian mixer truk. Air pembersihan dialirkan ke dalam bak penampungan, sementara endapan atau agregat dipisahkan pada satu area kering di bagian belakang pabrik.

Setelah terpisah air dengan agregat kasar, agregat akan dikeringkan untuk selanjutnya diangkut ke fasilitas pengolahan limbah di pusat.
(whb)
Berita Terkait
Lima Sungai yang Paling...
Lima Sungai yang Paling Tercemar di Dunia
Sungai Tercemar Zat...
Sungai Tercemar Zat Besi, Buaya di Nepal Kulitnya Jadi Berkarat
Fenomena Aneh, Aliran...
Fenomena Aneh, Aliran Sungai di Jembatan Tarikolot Sempat Berbusa seperti Awan
Aliran Sungai Cileungsi...
Aliran Sungai Cileungsi Tercemar Limbah Pabrik
Sungai Jaletreng Berwarna...
Sungai Jaletreng Berwarna Coklat, DLH: Hasil Uji Lab Masih Kategori Aman
Aksi Warga Lawan Pencemaran...
Aksi Warga Lawan Pencemaran Limbah Pabrik
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
6 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
6 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
7 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
8 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
8 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
11 jam yang lalu
Infografis
Pertama Kali, Israel...
Pertama Kali, Israel Gunakan THAAD untuk Cegat Rudal dari Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved