Ahok: 2016, DKI Ambil Alih Pengelolaan TPST Bantar Gebang

Rabu, 04 November 2015 - 05:20 WIB
Ahok: 2016, DKI Ambil...
Ahok: 2016, DKI Ambil Alih Pengelolaan TPST Bantar Gebang
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta berencana tidak akan memperpanjang kontrak PT Godang Jaya Tua (GTJ) dalam pengelolaan sampah TPST Bantar Gebang. Pemprov DKI pun bersiap untuk mengambil alih pengelolaan TPST Bantar Gebang.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, sesuai dengan kontrak kerja sama antara Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi, PT GTJ ditunjuk untuk mengelola TPST Bantar Gebang. Artinya, kewajiban dan syarat yang menjadi kewenangan DKI diserahkan sepenuhnya kepada PT GTJ.

Seperti misalnya membangun buffer zone, penanaman pohon, membuat lapisan tanah agar jika kebakaran bisa terhenti dan membuat saluran agar air tidak menggenang dan membuat licin.
Namun pada kenyataannya, lanjut Ahok, PT GTJ hanya mampu mengaduk-aduk sampah.

Untuk itu, Ahok menegaskan, kontrak dengan PT GTJ harus diputus. Terlebih, sejak 2011 lalu PT GTJ belum memenuhi investasi yang diminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp700 miliar.

"Nah sekarang yang disebut wanprestasi itu siapa? DKI? Bukan. Kan DKI menyerahkan kepada GTJ untuk mengatur. Kami sudah memberikan SP 1 kepada mereka akibat kinerjanya tersebut. Untuk putus kontrak harus ada SP 2 dan 3 yang butuh waktu 105 hari. Kami sabar sampai Januari 2016," kata Ahok di Balai Kota, Selasa 3 November 2015 kemarin.

Sayangnya, tegas Ahok, saat Pemprov DKI mengirimkan Surat Peringatan (SP) pertama sebagai langkah memutus kontrak, Pemkot Bekasi malah meributkannya. Padahal, selama ini, Pemkot Bekasi juga membuang sampah di Bantar Gebang tanpa membayar sepeser pun kepada DKI.

Mantan Bupati Belitung Timur itu pun mengancam akan mengambil alih pengelolaan sampah di Bantar Gebang, apabila Pemkot Bekasi enggan bekerjasama dan terus meributkannya. Dengan mengelola sendiri, Ahok yakin kewajiban-kewajiban DKI dapat terpenuhi.

"Makanya kita bilang sama bekasi, harusnya Anda baik-baik sama kita putusin itu dong. Kita sama-sama punya kepentingan ya sudah. Kita sama-sama selesaikan. Ini Ibu Kota loh, jangan lihat ini Ahok-nya. Lucu gitu loh, cara kita mau stop, Anda ribut. Kalau kita enggak mau stop, enggak ribut. Dia udah enggak penuhi standar? Kan sudah lama ada audit BPK‎, Ya sudah," jelasnya.
(whb)
Berita Terkait
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
Fasilitas Pengolahan...
Fasilitas Pengolahan Sampah RDF Rorotan Beroperasi Akhir 2024
Lebaran, Volume Sampah...
Lebaran, Volume Sampah Warga Jakarta Menurun
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
Berita Terkini
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
34 menit yang lalu
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
1 jam yang lalu
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
2 jam yang lalu
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
2 jam yang lalu
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
4 jam yang lalu
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
4 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved