Yusril Minta Ahok Tenang Hadapi Konflik Sampah Bantar Gebang

Rabu, 04 November 2015 - 03:25 WIB
Yusril Minta Ahok Tenang...
Yusril Minta Ahok Tenang Hadapi Konflik Sampah Bantar Gebang
A A A
JAKARTA - Kuasa hukum PT Godang Tua Jaya (GTJ) dan PT Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI), Yusril Ihza Mahendra meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tenang saja dalam menghadapi penyelesaian masalah kontrak kerja sama terkait pengelolaan TPST Bantar Gebang.

Yusril menegaskan, tujuan PT GTJ dan PT NOEI menujuknya sebagai kuasa hukum untuk menjawab surat peringatan (SP) pertama yang dilayangkan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kebersihan (Dinsih). Selain itu, kedua kliennya ini ingin menyelesaikan masalah ini dengan damai dan duduk bersama-sama.

Bahkan kalau bisa, masalah diselesaikan tanpa melalui meja pengadilan. “Kami ingin menyelesaikan dengan damai. Kalau bisa tidak sampai ke pengadilan. Ayo duduk satu meja, selesaikan masalah sehingga bisa mencari jalan keluar yang menguntungkan dua belah pihak,” kata Yusril saat konferensi pers di kantor Ihza dan Ihza Law Firm, Jakarta Selatan, Selasa 3 November 2015 kemarin.

Sampai saat ini, lanjut Yusril, pihaknya belum ingin melakukan perlawanan terhadap Pemprov DKI hingga pengadilan. Justru yang bicara mengenai penyelesaian pengadilan adalah Ahok sendiri. Yusril menuturkan, Ahok menyatakan kalau menempuh pengadilan Yusril bisa saja menang.

“Yang bilang mau melawan ke pengadilan, ya Pak Ahok sendiri. Bukan saya loh,” ujarnya sambil tertawa. Yusril mengungkapkan, penyelesaian masalah ini dapat dilakukan dengan merevisi isi kontrak kerja sama atau melakukan adendum kontrak agar apa yang menjadi kewajiban kliennya bisa diselesaikan.

Serta Pemprov DKI juga dapat menyelesaikan kewajibannya yang tertulis dalam kontrak. Menurut Yusril, Pemprov DKI juga melakukan wanprestasi. Dari data milik PT GTJ dalam perjanjian seharusnya volume sampah dari Pemprov DKI yang dibuang ke Bantar Gebang harus menurun dari 4.500 ton per hari menjadi 3.000 ton per hari pada 2011.

Kenyatannya dari tahun 2012 sampai 2015 bukan menurun, malah terus bertambah dengan rata rata per hari 6.344 ton di tahun 2015.
"Hingga saat ini volume sampah terus bertambah, bukannya malah berkurang. Pemprov DKI juga tidak berhasil membangun tempat pembuangan sampah dalam kota di empat lokasi,” jelasnya.

Yusril menambahkan sebenarnya BPK telah memberikan rekomendasi kepada Dinas Kebersihan yang isinya antara lain adalah memerintahkan Dinas kebersihan DKI Jakarta untuk melakukan evakuasi kelemahan kontrak terkait pendapatan PT GTJ dan PT NOEI.

Kedua adalah memerintahkan Dinas Kebersihan DKI Jakarta menginstruksikan joint operation supaya melakukan konsolidasi dalam penata usahaan dan pencatatan transaksi atas seluruh transaksi terkait kerja sama pengelolaan TPST Bantar Gebang agar pencatatan transaksi bisa transparan dan akuntable.
(whb)
Berita Terkait
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
Fasilitas Pengolahan...
Fasilitas Pengolahan Sampah RDF Rorotan Beroperasi Akhir 2024
Lebaran, Volume Sampah...
Lebaran, Volume Sampah Warga Jakarta Menurun
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
Berita Terkini
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
10 menit yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
1 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
2 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
2 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
3 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved