Dianiaya Polisi, Buruh dan Pengacara LBH Malah Jadi Tersangka

Senin, 02 November 2015 - 20:30 WIB
Dianiaya Polisi, Buruh...
Dianiaya Polisi, Buruh dan Pengacara LBH Malah Jadi Tersangka
A A A
JAKARTA - Selain melakukan aksi brutal terhadap 23 buruh dan dua orang LBH Jakarta, polisi juga langsung menetapkan mereka sebagai tersangka pasca aksi menuntut pembatalan Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan di depan Istana Negara pada Jumat 30 Oktober 2015.

Tigor Gempita Hutapea pengacara publik LBH Jakarta tak menyangka jika setelah dirinya dipukul dan diancam oleh kepolisian, dia malah menjadi tersangka.

"Saya tidak tahu kesalahan kami. Kami yang dipukuli disakiti fisik maupun psikis malah kami dijadikan tersangka," ujar Tigor di kantor LBH Jakarta, Senin (2/11/10)

Setelah ditangkap dan diperiksa selama 19 jam di Polda Metro Jaya, dua orang LBH dan 23 aktivis buruh baru dipulangkan sekitar pukul 15.30 WIB pada hari Sabtu 1 November 2015.

"Kami para korban polisi baru mendapatkan penanganan medis setelah pukul 23.00 atau malam Minggu. Jadi sudah telat penangannnya," tambahnya.

Sebanyak 23 buruh dan Dua aktivis LBH Jakarta menjadi tersangka lantaran dianggap melanggar pasal 216 dan 218 KUHP tentang tidak mengindahkan perintah pejabat dan diancam hukuman penjara paling lama empat bulan dua minggu serta denda Rp9.000.

"Kami menolak status kami sebagai tersangka dengan tidak menandatangi BAP. Kami juga akan lakukan proses hukum. Kami ingin meminta pertanggung jawaban polisi yang telah bertindak brutal apalagi mereka sebagai representasi pemerintah untuk melindungi masyarakat," tutupnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol Mohammad Iqbal mengakui kalau seluruh buruh dan dua kuasa hukum dari LBH sudah dijadikan tersangka. "Mereka tidak kami tahan, namun akan kami tetap proses perkaranya," katanya di Mapolda Metro Jaya.

Kasubdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Fadli Widiyanto, mengatakan, pihaknya memulangkan ke 25 orang itu pada Sabtu (31/11) sore. Usai ditangkap dan diperiksa sejak Jumat (30/11) petang.

"Pemeriksaan sudah selesai, tinggal kami pemberkasan saja lalu dilimpahkan ke Kejaksaan," tegasnya.

Seluruh tersangka itu disangkakan pasal 216, Pasal 218 KUHP Junto pasal 7 huruf F Peraturan Kapolri. Dalam aturan-aturan itu, disebut apabila seseorang tak mengindahkan perintah polisi, maka bisa dihukum. Ke-25 orang itu terancam hukuman 4 bulan penjara.

PILIHAN:

Kantor Go-Jek di Kemang Dihujani Tembakan

Tukang Ngintip DItemukan Tewas di Plafon Tetangga
(ysw)
Berita Terkait
Ratusan Buruh Bongkar...
Ratusan Buruh Bongkar Gelar Demo di Gudang Bulog Kelapa Gading
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Massa Buruh Ogah Pulang,...
Massa Buruh Ogah Pulang, KASBI: Kami Bertahan, Menunggu Respons Pemerintah!
Buruh Ancam Gelar Aksi...
Buruh Ancam Gelar Aksi Nasional jika Program Tapera Tak Dibatalkan
May Day 2024, Massa...
May Day 2024, Massa Mulai Bergerak di Jalan MH Thamrin Menuju Patung Kuda
May Day, Massa Buruh...
May Day, Massa Buruh Mulai Long March dari Balai Kota Jakarta ke Patung Kuda
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
7 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
7 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
8 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
10 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved