200 Hektare Lahan Suaka Margasatwa Kerumutan Terbakar

Jum'at, 30 Oktober 2015 - 08:09 WIB
200 Hektare Lahan Suaka...
200 Hektare Lahan Suaka Margasatwa Kerumutan Terbakar
A A A
PEKANBARU - Suaka Margasatwa Kerumutan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau terus menjadi sasaran perambah. Sudah 200 hektare luas area kawasan konservasi ini terbakar dalam sebulan terakhir.

Tim pemadam TNI dari kesatuan Kostrad, Polri, dan Manggala Agni terus berjibaku melawan kebakaran di daerah yang dilindungi negara itu. "Kebakaran di Kerumutan sudah terjadi sejak awal Oktober. Sampai sekarang kebakaran masih berlangsung. Kita bersama TNI dan Polri terus berupaya menjinakkan api," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan Hadi Penandio.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, sebutnya, kebakaran di daerah Kerumutan seperti disengaja. Ini karena tim pemadam menemukan jalan ke areal hutan yang saat ini terjadi kebakaran.

"Akses menuju hutan tersebut sangat terbatas. Jadi ada keanehan karena kebakaran justru muncul dari bagian dalam areal hutan kerumutan yang jalan masuk ke sana sangat sulit," katanya.

Sepanjang jalan setapak yang sudah dibuka perambah sepanjang sekitar 10 kilometer menuju area perkebunan, tampak pondok-pondok atau barak milik perambah. Saat melihat petugas, para perambah seperti cuek dan tetap melakukan aktivitas.

Di beberapa area Suaka Margasatwa Kerumutan yang pada tahun 2014 terbakar, kini sudah ada tamanan kelapa sawit yang berumur sekitar satu tahun. Tanaman kelapa sawit tersebut tumbuh subur di antara tunggul kayu hutan yang menghitam akibat terbakar. Sementara kondisi kawasan yang ini terbakar saat berdekatan dengan perkebunan sawit 'siluman' itu.

Menurut warga, areal tersebut merupakan milik sebuah koperasi. Luasan hamparan perkebunan kelapa sawit yang dikuasai koperasi tersebut mencapai ribuan hektare. Sampai saat ini belum diketahui pasti siapa cukong (pemodalnya).

"Setahu saya, pada tahun 2014, kasus kebakaran di sana sudah ditangani oleh Polres Pelalawan. Saat itu mereka tertangkap tangan dengan barang bukti enam alat berat," tambah Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Jhony Lagawurin.

Kerumutan ditetapkan pemerintah Indonesia sebagai kawasan konservasi suaka sejak tahun 1979, dengan luas sekitar 120.000 hektare. Namun kini sebagian besar kawasan porak-poranda akibat pembakaran dan penjarahan massal.
(zik)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli Hutan di Blora
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
1 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
2 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
2 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
2 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
3 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Kawal...
PASTI INDONESIA Kawal Praperadilan dan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
4 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur F-35 AS Jatuh...
Jet Tempur F-35 AS Jatuh dan Terbakar Habis di Albuquerque
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved