Kabut Asap Makin Pekat, Pelajar di Padangsidimpuan Diliburkan

Selasa, 27 Oktober 2015 - 15:30 WIB
Kabut Asap Makin Pekat,...
Kabut Asap Makin Pekat, Pelajar di Padangsidimpuan Diliburkan
A A A
PADANGSIDIMPUAN - Pemerintah Kota Padangsidimpuan, memutuskan untuk meliburkan anak sekolah hingga tiga hari kedepan. Tindakan itu dilakukan karena kondisi kabut asap di Kota Salak tersebut semakin pekat.

“Terhitung sejak 28-31 Oktober, seluruh siswa di Kota Padangsidimpuan diliburkan,” ungkap Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, Muhammad Iskandar Nasution, ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Dikatakannya, siswa yang diliburkan itu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Berdasarkan hasil rapat dengan wali kota beserta instansi lainnya, maka untuk sementara sekolah itu diliburkan,” tutur politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dijelaskannya, tindakan itu dilakukan untuk melindungi anak-anak dari bahaya kabut asap. Sebab, di Kota Padangsidimpuan, jumlah penderita Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sudah melebihi empat orang.

Dia mengingatkan kepada seluruh orang tua agar memperbanyak kegiatan anak di dalam rumah. Artinya, meski beberapa hari ini diliburkan, namun tidak berarti jadwal belajar mereka di rumah juga libur.

”Itu hanya libur di sekolah, tapi di rumah harus aktif, sehingga tidak ketinggalan mata pelajaran,” ujarnya.

Komisi III DPRD Padangsidimpuan, mendukung tindakan yang sudah dilakukan oleh pemerintah setempat.

”Sebelumnya, kami juga sudah mendesak agar pemerintah segera meliburkan seluruh siswa, tidak terkecuali siswa SMA,” tutur Ketua Komisi III DPRD Padangsidimpuan, Khoiruddin Nasution.

Dijelaskannya, pemerintah dapat meliburkan siswa apabila penderita ISPA sudah 200 orang. Kondisi tersebut tentunya sudah melebihi batasnya.

Dikatakannya, kebijakan tersebut harus segera dilaksanakan dengan tujuannya untuk pencegahan agar tidak banyak lagi siswa yang terjangkit ISPA.

Dia menilai, pemerintah sudah wajar memberi libur anak sekolah, karena penderitanya sudah lebih dari 200 orang, dan ini untuk melindungi siswa dari penyakit.

”Kami meminta agar secepatnya diliburkan, sehingga tidak semakin banyak penderita ISPA dari kalangan pelajar dan anak-anak,” tegasnya.
(sms)
Berita Terkait
Jambi Dikepung Kabut...
Jambi Dikepung Kabut Asap, Pelajar PAUD hingga SMP Diliburkan
Kabut Asap Memburuk,...
Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Kota Jambi Terpaksa Diliburkan
Kabut Asap Kepung Palembang,...
Kabut Asap Kepung Palembang, Kualitas Udara Memburuk
Dikepung Kabut Asap...
Dikepung Kabut Asap Karhutla, Warga Rokan Hilir Mulai Mengungsi
Kepungan Asap Karhutla...
Kepungan Asap Karhutla Penyebab Jarak Pandang di Pekanbaru Turun Drastis
Bencana Kabut Asap di...
Bencana Kabut Asap di Palembang Kian Parah
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved