4.000 Rumah di Sleman Tak Layak Huni

Senin, 26 Oktober 2015 - 14:53 WIB
4.000 Rumah di Sleman...
4.000 Rumah di Sleman Tak Layak Huni
A A A
YOGYAKARTA - Sebanyak 4.000 unit rumah tak layak huni tersebar di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebagian besar pemilik rumah itu mengaku tak mampu membangun tempat tinggal layak huni.

"Ini bukan karena gempa 2006. Memang sebelumnya sudah pada rusak, tak punya uang untuk membangun rumah seperti milik tetangga pada umumnya," kata Mbah Darmi, janda 77 tahun di Dusun Melian, Sumberharjo, Berbah, Sleman, Senin (26/10/2015).

Tinggal seorang diri, rumah yang ditempati itu dibangun para tetangga dengan cara gotong royong. Sebagian biaya juga dari masyarakat yang membantu.

Darmi mengaku sudah lama tidak bekerja, otomatis tak ada pemasukan di kantongnya. Sebelumnya, dia bekerja sebagai penjahit di Pasar Piyungan dengan hasil yang tak menentu.

"Sudah enggak boleh lagi sama anak saya, sekarang ya cuma di rumah, momong cucu," katanya.

Dia mengaku untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus, harus bergabung dengan anaknya yang sudah berkeluarga. Rumahnya hanya bersebelahan, dengan kondisi yang sudah layak huni.

"Saya sudah tua, kalau apa-apa sekarang ya sama anak cucu," terangnya.

Terlihat, tempat tinggal Mbah Darmi sebagian berlantai tanah dengan atap asbes. Anyaman bambu reot ditutup spanduk untuk menghalau angin maupun air saat hujan.

"Kalau tidur ya di sini, kalau pas engak enak badan kadang diminta anak suruh tidur di sana," jelasnya.

Terpisah, Calon Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu mengaku masih banyak warga Sleman yang butuh bantuan. Uluran banyak pihak sangat dibutuhkan agar dapat menempati rumah layak huni.

"Kami sudah ada data soal keluarga miskin yang rumahnya tidak layak huni, ada sekitar 4.000 kepala keluarga," kata mantan Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Sleman ini.

Jika mendapat mandat pemimpin Sleman, dia berjanji akan membangun rumah secara bertahap dengan gotong-royong. Biaya akan digelontorkan pemerintah, sementara pengerjaan dilakukan oleh masyarakat secara bersama-sama.

"Kami akan bantu bedah rumah, harus bersama-sama. Pemerintah dan juga masyarakat bergotong royong," janji mantan Wakil Bupati Sleman periode 2010-2015 ini.
(san)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
6 menit yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
13 menit yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved