Terpidana Terorisme Abu Tholut Hirup Udara Bebas
Rabu, 21 Oktober 2015 - 11:07 WIB
Terpidana Terorisme Abu Tholut Hirup Udara Bebas
A
A
A
KUDUS - Terpidana kasus terorisme, Imron Baihaqi alias Abu Tholut bebas dari hukuman penjara di Lapas Kedungpane, Semarang, Selasa 20 Oktober 2015.
Meski bebas, Abu Tholut masih diwajibkan untuk melapor secara periodik ke Balai Pemasyarakatan Pati, Jawa Tengah.
Di rumahnya, Desa Bae pondok, Kecamatan Bae, Kudus saat ditemui sejumlah wartawan, Rabu(21/10/2015) pagi, Abu Tholut mengatakan tiba di kediamannya Selasa sore.
Sebagai terpidana yang sudah menghirup udara bebas, ia mengaku senang dan bersyukur. "Namun, sebagai muslim yang beriman, terus terang semakin prihatin, karena tentu saja kewajiban saya menjadi lebih banyak," lanjutnya.
Selain itu, ia menganggap selama dipidana, penjara menjadi semacam pondok pesantren tempat menimba ilmu.
Dan salah satu yang ia bawa pulang dari Lapas Kedungpane, Semarang, adalah kandang kelinci. Selama menjalani hukuman, Abu Tholut mengaku belajar tentang cara beternak kelinci.
"Kandang kelinci saya di Kedungpane saya bawa pulang karena rencananya hendak saya teruskan. Sementara kelinci yang saya pelihara di Kedungpane saya jual dan laku Rp 600 ribu rupiah, dan saya gunakan untuk bekal pulang ke kudus," pungkasnya.
Meski bebas, Abu Tholut masih diwajibkan untuk melapor secara periodik ke Balai Pemasyarakatan Pati, Jawa Tengah.
Di rumahnya, Desa Bae pondok, Kecamatan Bae, Kudus saat ditemui sejumlah wartawan, Rabu(21/10/2015) pagi, Abu Tholut mengatakan tiba di kediamannya Selasa sore.
Sebagai terpidana yang sudah menghirup udara bebas, ia mengaku senang dan bersyukur. "Namun, sebagai muslim yang beriman, terus terang semakin prihatin, karena tentu saja kewajiban saya menjadi lebih banyak," lanjutnya.
Selain itu, ia menganggap selama dipidana, penjara menjadi semacam pondok pesantren tempat menimba ilmu.
Dan salah satu yang ia bawa pulang dari Lapas Kedungpane, Semarang, adalah kandang kelinci. Selama menjalani hukuman, Abu Tholut mengaku belajar tentang cara beternak kelinci.
"Kandang kelinci saya di Kedungpane saya bawa pulang karena rencananya hendak saya teruskan. Sementara kelinci yang saya pelihara di Kedungpane saya jual dan laku Rp 600 ribu rupiah, dan saya gunakan untuk bekal pulang ke kudus," pungkasnya.
(nag)