Sorot Kekerasan Polisi Terhadap Jakmania, Jurnalis Diintimidasi

Minggu, 18 Oktober 2015 - 19:57 WIB
Sorot Kekerasan Polisi...
Sorot Kekerasan Polisi Terhadap Jakmania, Jurnalis Diintimidasi
A A A
JAKARTA - Agar terbilang perhelatan piala presiden berjalan lancar tanpa kendala, petugas kepolisian melarang wartawan merekam peristiwa aparat Kepolisian yang mengusir suporter Jakmania di Stadion Utama Geloara Bung Karno.

Salah satu koresponden SCTV-Indosiar Muhammad Subadri Arifqi diminta untuk menghapus gambar polisi yang memukul warga Jakarta pakai rotan. (Baca: Disangka Bobotoh, Pengendara Motor Dikeroyok di Depok)

"Suruh hapus, alasanya ini lagi hajat besar jangan bikin berita kisruh," kata Badri kepada wartawan di lokasi, Minggu (18/10/2015).

Menurut Badri, kejadian ini bentuk intimidasi terhadap jurnalis yang bekerja mencari berita di lapangan. Dia mengaku sempat mau dipukul oleh anggota polisi yang tak terima diambil videonya.

"Sempat dirampas secara paksa nyaris rusak, baju ditarik dan nyaris dipukul. Saya ambil gambar polisi pukuli warga dengan membabi buta mungkin polisi anggap ini buruk," kata dia.

Atas kejadian tersebut, dirinya akan mengadukan ke Dewan Pers lantaran menggangu kinerja jurnalis. Dia juga akan melaporkan kejadian tersebut ke kantor Redaksi SCTV di Tower SCTV Senayan, Lantai 9, Jakarta Pusat. "Saya engga terima, saya coba lapor ke kantor," kata dia.

Sementara kejadian yang sama juga dialami Reporter merdeka.com, Faiq Hidayat yang hendak meliput bentrokan The Jak dengan Bobotoh. Polisi melarang mengambil foto penangkapan yang diduga suporter The Jak.

"Ngapain kamu ambil foto, enggak boleh ambil foto hapus itu," ucap Faiq menirukan ucapan salah satu anggota Sabhara yang merampas handphone reporter merdeka.com.

Pantauan lokasi, anggota Polisi membentak wartawan yang meliput kerusuhan The Jak dengan Bobotoh di Stadio GBK.

Mereka dengan membawa bambu rotan dan senjata lengkap. Akibatnya, polisi minta semua file video dan foto dihapus dengan alasan menggangu.

PILIHAN:

Dua Rekan Wanita Pesulap Limbad Resmi Jadi Tersangka
(ysw)
Berita Terkait
Chelsea Digebuk Arsenal,...
Chelsea Digebuk Arsenal, Cesar Azpilicueta Amuk Suporter
Bentrok Pecah di Jogja,...
Bentrok Pecah di Jogja, Suporter PSIM Tawuran dengan Warga
Maluku Tenggara Mencekam!...
Maluku Tenggara Mencekam! Warga 2 Desa Bentrok, 30 Orang Terluka
Kronologi Kerusuhan...
Kronologi Kerusuhan TNI Diserang Suporter Tim Futsal Polda NTT di GOR Oepoi Kupang
Heboh Bentrokan Jakmania...
Heboh Bentrokan Jakmania dan Viking di Serang Todongkan Pistol, 2 Suporter Terluka
Bentrok Suporter di...
Bentrok Suporter di Perbatasan Malang-Kediri, Kapolsek Kasembon Luka Terkena Batu
Berita Terkini
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
49 menit yang lalu
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
1 jam yang lalu
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
1 jam yang lalu
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
3 jam yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
3 jam yang lalu
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
3 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved