Asyik Ngobrol di Burjo, 2 Pemuda asal Bantul Dibacok Samurai
Jum'at, 16 Oktober 2015 - 20:50 WIB
Asyik Ngobrol di Burjo, 2 Pemuda asal Bantul Dibacok Samurai
A
A
A
BANTUL - Dua orang pemuda, warga Dusun Kemuthuk, Desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan, menjadi korban pembacokan anggota geng motor di Bantul. Kedua pemuda tersebut masing-masing Wahyu Prasetyo (20) dan Nova Kurniawan (21).
Wahyu menceritakan, aksi penyerangan tersebut bermula ketika mereka sedang nongkrong di jalan alternatif antara Ringroad selatan DIY menuju ke RSUD Yogyakarta, pada Kamis 15 Oktober 2015, sekitar pukul 23.00 WIB.
Saat keduanya sedang asyik nongkrong di warung burjo, tiba-tiba dari arah Bantul melintas dua orang pengendara motor matic. Sampai di lokasi kejadian, kedua orang tersebut berhenti dan pemboncengnya masuk ke dalam warung.
"Keduanya tidak mengenakan helm. Saya tidak kenal keduanya," cerita Wahyu, kepada wartawan, Jumat (16/10/2015).
Pembonceng tersebut masuk seperti hendak membeli sesuatu. Karena ada orang yang hendak membeli, Wahyu lantas bergeser dari tempat duduknya dengan maksud memberi kesempatan orang yang baru datang tersebut.
Namun, bukannya duduk tetapi orang yang tidak dikenal tersebut langsung menghunus pedang yang diselipkan di balik bajunya. Mendapat serangan mendadak, Wahyu kaget dan berusaha menangkisnya dengan tangan.
Jika tidak ditangkis, kemungkinan besar kepalanya yang bocor ditebas pedang yang cukup panjang. Karena tangannya ditebas, korban lantas jatuh terjerembab ke belakang. "Lengan tangan saya yang kanan luka robek," tuturnya.
Setelah melihat Wahyu terjatuh, bukannya berhenti melakukan penyerangan, orang tersebut semakin membabi buta. Orang tak dikenal tersebut langsung menyerang Nova yang juga tak jauh dari tempat duduk Wahyu.
Mendapat serangan tersebut, Nova berusaha melarikan diri, namun nahas pedang tersangka masih bisa melukai tangan Nova.
Usai menyerang kedua orang tersebut, kedua tersangka langsung kabur ke arah Yogyakarta. Oleh warga sekitar, kedua pemuda tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kasus ini sendiri ditangani oleh aparat Polsek Banguntapan. "Saya tidak tahu kenapa dibacok. Saya tidak memiliki musuh," terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Banguntapan Kompol Suharno mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus ini. Pihaknya belum bisa mengetahui siapa pelakunya, karena masih dalam pengejaran.
Dia menduga, aksi ini bukan termasuk perampokan, karena tidak ada barang yang diambil. "Mungkin dendam atau motif lain, baru kami pelajari," pungkasnya.
Wahyu menceritakan, aksi penyerangan tersebut bermula ketika mereka sedang nongkrong di jalan alternatif antara Ringroad selatan DIY menuju ke RSUD Yogyakarta, pada Kamis 15 Oktober 2015, sekitar pukul 23.00 WIB.
Saat keduanya sedang asyik nongkrong di warung burjo, tiba-tiba dari arah Bantul melintas dua orang pengendara motor matic. Sampai di lokasi kejadian, kedua orang tersebut berhenti dan pemboncengnya masuk ke dalam warung.
"Keduanya tidak mengenakan helm. Saya tidak kenal keduanya," cerita Wahyu, kepada wartawan, Jumat (16/10/2015).
Pembonceng tersebut masuk seperti hendak membeli sesuatu. Karena ada orang yang hendak membeli, Wahyu lantas bergeser dari tempat duduknya dengan maksud memberi kesempatan orang yang baru datang tersebut.
Namun, bukannya duduk tetapi orang yang tidak dikenal tersebut langsung menghunus pedang yang diselipkan di balik bajunya. Mendapat serangan mendadak, Wahyu kaget dan berusaha menangkisnya dengan tangan.
Jika tidak ditangkis, kemungkinan besar kepalanya yang bocor ditebas pedang yang cukup panjang. Karena tangannya ditebas, korban lantas jatuh terjerembab ke belakang. "Lengan tangan saya yang kanan luka robek," tuturnya.
Setelah melihat Wahyu terjatuh, bukannya berhenti melakukan penyerangan, orang tersebut semakin membabi buta. Orang tak dikenal tersebut langsung menyerang Nova yang juga tak jauh dari tempat duduk Wahyu.
Mendapat serangan tersebut, Nova berusaha melarikan diri, namun nahas pedang tersangka masih bisa melukai tangan Nova.
Usai menyerang kedua orang tersebut, kedua tersangka langsung kabur ke arah Yogyakarta. Oleh warga sekitar, kedua pemuda tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kasus ini sendiri ditangani oleh aparat Polsek Banguntapan. "Saya tidak tahu kenapa dibacok. Saya tidak memiliki musuh," terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Banguntapan Kompol Suharno mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus ini. Pihaknya belum bisa mengetahui siapa pelakunya, karena masih dalam pengejaran.
Dia menduga, aksi ini bukan termasuk perampokan, karena tidak ada barang yang diambil. "Mungkin dendam atau motif lain, baru kami pelajari," pungkasnya.
(san)