Tahun Ini, 1.800 Hektare Hutan Pegunungan di Jawa Barat Terbakar

Sabtu, 10 Oktober 2015 - 21:48 WIB
Tahun Ini, 1.800 Hektare...
Tahun Ini, 1.800 Hektare Hutan Pegunungan di Jawa Barat Terbakar
A A A
BANDUNG - Sekitar 1.800 hektare kawasan hutan di Jawa Barat, terbakar tahun ini. Kebakaran diduga akibat cuaca kering yang ekstrim yang membuat batuan di daerah puncak gunung hutan tersebut bergesekan dan menimbulkan api.

Kepala Dinas Kehutanan Jabar Budi Susatyo mengatakan, ada 12 titik kawasan hutan yang terbakar. Mulai kawasan Cikepuh, Gunung Malabar, Gunung Parang, Gunung Ciremai, Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Kareumbi Masigit, dan beberapa titik di Cikalong.

Berdasarkan hasil laporan pemangku kawasan-kawasan tersebut, penyebab kebakaran murni cuaca kering yang ekstrim.

“Namun beruntung, ketika kebakaran di kawasan Cikalong itu, tidak berapa lama kemudian turun hujan lebat. Itu sangat membantu pemadaman,” katanya, di Taman Hutan Raya Djuanda, Sabtu (10/10/2015).

Menurutnya, sumber api rata-rata berasal dari puncak dan kawasan yang sulit dijangkau manusia. Sehingga kemungkinan kebakaran disebabkan oleh manusia sangatlah sedikit.

Dia mengatakan, sulitnya dilakukan pemadaman, lantaran pusat api yang berada di atas, sehingga loncatan percikan api yang terbawa angin ke bawah membuat penyebaran api sulit dikendalikan.

"Kebakaran tahun ini adalah yang paling parah dari lima tahun belakangan. Tahun sebelumnya, sekitar 900 hektare kawasan hutan terbakar akibar cuaca kering ektrim," jelasnya.

Ditambahkan dia, tahun ini jumlah kebakaran hutan di kawasan pegunungan meningkat tajam. Bahkan, tahun ini untuk Gunung Parang dan Gunung Malabar terbakar masing-masing 10 hektare.

“Kalau sudah penyebabnya cuaca ekstrim semacam ini, kami akui memang sulit diantisipasi. Terlebih karena loncatan percikan api yang sulit diprediksi. Pemadaman dengan bom air saja tidak efektif,” ungkapnya.

Soal antisipasi ke depan, pihaknya mengimbau pada seluruh pengelola untuk menghentikan segala aktivitas di kawasan tersebut sementara waktu. Selain itu, pendataan siapapun yang masuk kawasan tersebut harus lengkap dan terdaftar.
(san)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli Hutan di Blora
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
3 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
4 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
5 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
5 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
6 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
6 jam yang lalu
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved