Pakualam Gelar Wisuda Abdi Dalem Notokusumo

Sabtu, 10 Oktober 2015 - 18:43 WIB
Pakualam Gelar Wisuda...
Pakualam Gelar Wisuda Abdi Dalem Notokusumo
A A A
YOGYAKARTA - Kadipaten Pakualaman Yogyakarta mengelar wisuda abdi dalem, pada 158 anggota Himpunan Kerabat dan Kawulo Paku Alam (HKKPA) Notokusumo.

Terdapat delapan tingkatan wisuda, mulai dari Mas Ngabei yang terendah hingga Kanjeng Raden Tumenggung Haryo untuk kepangkatan yang paling tinggi.

"Ada 11 orang tidak bisa hadir dengan beragam alasan. Seharusnya jumlah yang wisuda hari ini ada 169, karena ada yang tidak hadir jadi 158 orang," kata Ketua Umum HKKPA Notokusumo KPH Wiroyudho, Sabtu (10/10/2015).

Pelantikan itu dipimpin oleh Sampeyan Dalem KGPAA Paku Alam IX Anglingkusumo. Para anggota trah penerima gelar kepangkatan mengenakan baju beskap dan peranakan dalam mengikuti prosesi yang digelar di Puro Pakualaman Yogyakarta.

"Peserta wisuda kali ini terdiri dari beberapa elemen masyarakat. Di antaranya adalah Front Jogja Rembug (FJR), Front Jihad Islamiyah (FJI), Laskar Komando Sakera, juga dari unsur pondok pesantren, seperti Pondok Pesantren Lempuyangan dan Tebu Ireng," jelas KPH Wiroyudho.

Kalau dulu, kata dia, harus dari trah atau darah keturunan Keluarga Dalem Kadipaten Puro Pakualaman Yogyakarta. Namun, untuk saat ini sudah berubah dan terbuka bagi masyarakat.

Trah Pakualam, kata dia, sudah menyebar ke seluruh Nusantara dan bahkan ke beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Pakistan, dan bahkan Amerika. Dia menyebut, ada sekira 1.700 orang yang sudah resmi mendapat gelar kepangkatan dari kadipaten.

Dia juga menyampaikan, ada pembekalan para abdi dalem sebelun diwisuda. Pembekalan itu terkait banyak hal, seperti adat istiadat, budaya hingga sosial kemasyarakatan, maupun pengetahuan politik yang selama ini ada di Pakualaman.

Keraton Yogyakarta, sebut dia, dalam perkembangannya juga terdapat unsur politis di dalamnya. Sehingga, tak dipungkiri lagi Pakualam juga memberi pemahaman tentang politik.

"Kami seleksi lagi, dilakukan pelatihan, yang lulus diwisuda. Grade kami tentukan menurut status pendidikan, pekerjaan juga, silsilahnya seperti apa, dan masih banyak faktor lain," jelasnya.
(san)
Berita Terkait
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Kesultanan Yogyakarta
Tanah Sultan Ground...
Tanah Sultan Ground Tidak Dilepas untuk Jalan Tol, Keraton Yogyakarta Terbitkan Palilah
Penutupan Sementara...
Penutupan Sementara Wisata Milik Keraton Yogyakarta
Alun-Alun Utara Keraton...
Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta Bakal Dipagari, Ini Alasannya
Sri Sultan Hamengkubuwono...
Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) II Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Kontroversi Sultan Yogya...
Kontroversi Sultan Yogya IV, dari Skandal Seks hingga Penunjukan Etnis Tionghoa Jadi Pejabat
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
19 menit yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
35 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
44 menit yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
1 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
1 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved