Rampas iPhone, Jagoan dari Serang Pincang Didor
Jum'at, 09 Oktober 2015 - 14:40 WIB
Rampas iPhone, Jagoan dari Serang Pincang Didor
A
A
A
JAKARTA - Langkah kaki Marjaya (47), warga Kampung Cikande, Serang, Banten tampak tidak sempurna lantaran di dor pihak kepolisian. Juru parkir yang biasa mangkal di kawasan prostitusi Kalijodo, Tambora, Jakarta Barat (Jakbar) itu merampas iPhone milik WNA Turki Fayan Aimir (23) di wilayah tempatnya mangkalnya.
Tidak hanya merasakan sakit akibat didor polisi. Bapak dua anak ini juga harus menanggung malu setelah jajaran Polsek Tambora, Jakbar menggerebek di rumah pelaku dengan disaksikan istri, anak, dan mertuanya.
"Malu saja, aib. Bini, anak sama mertua saya tahu kalau saya dipenjara," tutur Marjaya ketika ditemui di Mapolsek Tambora, Jakbar, Jumat (9/10/2015).
Peristiwa yang terjadi pada pukul 03.00 WIB, Kamis 8 Oktober 2015 ini bermula saat Marjaya yang sedang mabuk minuman keras (miras) bersama tiga rekannya mencari sasaran ke area parkir. Saat itu, Marjaya mengaku tertarik dengan gaya pemuda bule yang terus berfoto selvie di depan mobilnya.
"Itu juga lagi butuh uang saja, buat kebutuhan anak pada sekolah di kampung," ucap Marjaya.
Pengaruh alkohol inilah yang membuat Marjaya melakukan aksi nekat merampas Iphone milik Fayan, yang diketahui bekerja sebagai model catwalk dan figuran sinetron. Berdalih meminta tarif parkir sebesar Rp50 ribu per mobil, Marjaya memaksa kepada korban untuk membayar.
"Saya tahu parkir di situ hanya Rp5 ribu, Rp50 ribu sangat mahal. Akhirnya dia minta saya tidak kasih, terus dia (Marjaya) rampas handphone yang saya pegang," tutur Fayan dengan logat Indonesia-nya yang terbata-bata.
Sadar dirinya menjadi korban kejahatan, Fayan melaporkan kejadian itu ke Polsek Metro Tambora. Hingga akhirnya petugas pun langsung di terjunkan untuk mencari keberadaan tukang parkir itu.
"Malam itu juga pelaku yang langsung melarikan diri ke kampungnya di Serang, Banten kami kejar," terang Kapolsek Metro Tambora, Kompol Wirdhanto Hadicaksono.
Aksi penggrebekan ini tidak berlangsung mulus, dengan modal badik yang selalu ia bawa, Marjaya terpaksa diganjar timah panas di kaki kanannya, usai badik kecil itu diacungkan kepada polisi.
"Kami selidiki, pelaku ini juga sudah tiga kali beraksi di area yang sama. Modusnya selalu meminta uang parkir," kata Wirdhanto.
Bersamaan, Panit Reskrim Polsek Metro Tambora, Ipda Suyoto menjelaskan, badik yang selalu terselip di pinggang pelaku juga seringkali digunakan untuk menakuti lawannya lantaran lokalisasi Kali Jodo tersohor banyak jagoan dari kelompok etnis. "Termasuk pelaku ini, jagoan dari Serang," tutupnya.
PILIHAN:
Keluarga Korban Pembunuhan Sadis di Cakung Mengaku Sering Diteror
Tidak hanya merasakan sakit akibat didor polisi. Bapak dua anak ini juga harus menanggung malu setelah jajaran Polsek Tambora, Jakbar menggerebek di rumah pelaku dengan disaksikan istri, anak, dan mertuanya.
"Malu saja, aib. Bini, anak sama mertua saya tahu kalau saya dipenjara," tutur Marjaya ketika ditemui di Mapolsek Tambora, Jakbar, Jumat (9/10/2015).
Peristiwa yang terjadi pada pukul 03.00 WIB, Kamis 8 Oktober 2015 ini bermula saat Marjaya yang sedang mabuk minuman keras (miras) bersama tiga rekannya mencari sasaran ke area parkir. Saat itu, Marjaya mengaku tertarik dengan gaya pemuda bule yang terus berfoto selvie di depan mobilnya.
"Itu juga lagi butuh uang saja, buat kebutuhan anak pada sekolah di kampung," ucap Marjaya.
Pengaruh alkohol inilah yang membuat Marjaya melakukan aksi nekat merampas Iphone milik Fayan, yang diketahui bekerja sebagai model catwalk dan figuran sinetron. Berdalih meminta tarif parkir sebesar Rp50 ribu per mobil, Marjaya memaksa kepada korban untuk membayar.
"Saya tahu parkir di situ hanya Rp5 ribu, Rp50 ribu sangat mahal. Akhirnya dia minta saya tidak kasih, terus dia (Marjaya) rampas handphone yang saya pegang," tutur Fayan dengan logat Indonesia-nya yang terbata-bata.
Sadar dirinya menjadi korban kejahatan, Fayan melaporkan kejadian itu ke Polsek Metro Tambora. Hingga akhirnya petugas pun langsung di terjunkan untuk mencari keberadaan tukang parkir itu.
"Malam itu juga pelaku yang langsung melarikan diri ke kampungnya di Serang, Banten kami kejar," terang Kapolsek Metro Tambora, Kompol Wirdhanto Hadicaksono.
Aksi penggrebekan ini tidak berlangsung mulus, dengan modal badik yang selalu ia bawa, Marjaya terpaksa diganjar timah panas di kaki kanannya, usai badik kecil itu diacungkan kepada polisi.
"Kami selidiki, pelaku ini juga sudah tiga kali beraksi di area yang sama. Modusnya selalu meminta uang parkir," kata Wirdhanto.
Bersamaan, Panit Reskrim Polsek Metro Tambora, Ipda Suyoto menjelaskan, badik yang selalu terselip di pinggang pelaku juga seringkali digunakan untuk menakuti lawannya lantaran lokalisasi Kali Jodo tersohor banyak jagoan dari kelompok etnis. "Termasuk pelaku ini, jagoan dari Serang," tutupnya.
PILIHAN:
Keluarga Korban Pembunuhan Sadis di Cakung Mengaku Sering Diteror
(mhd)