Kesedihan Istri dan Anak Kopilot Aviastar
Jum'at, 09 Oktober 2015 - 11:46 WIB
Kesedihan Istri dan Anak Kopilot Aviastar
A
A
A
MANGUPURA - Suasana duka tetap menyelimuti keluarga kopilot Aviastar Yudhistira Febby Aryanto, meski kopilot nahas tersebut telah dimakamkan pagi tadi.
Sejak jenazah kopilot tersebut tiba di Masjid Nurul Huda, Kuta, Badung, Kamis (8/10/2015) malam, anak pertama Yudhistira dengan Agnes Budi Sulistyoningsih, Ratih (10), terus menangis. Begitu pula dengan Danan Jaya (8).
Suasana sama juga terlihat saat pemakaman jenazah Yudhistira, Jumat (9/10/2015) pagi. Saat mengantar jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir, istri dan anak-anak almarhum mengenakan pakaian serba putih. Untuk menutupi kesedihannya, istri almarhum memakai kacamata hitam besar.
Menurut Harjomo Saputra (73), kakek Yudhistira, dia belum mengetahui apakah setelah Yudhistira meninggal, anak dan istrinya masih tinggal di Jakarta atau akan tinggal di Bali.
"Almarhum meninggalkan satu istri dan dua anak. Sekarang ini mereka masih berduka, kita belum ada obrolan apakah mereka akan tinggal di Bali atau menetap di Jakarta," ujarnya di Kuta, Badung, Bali, Jumat (9/10/2015).
Dia manambahkan, saat ini kedua anak korban dan istrinya masih berduka atas meninggalnya almarhum.
"Mereka masih sedih, ya kita tahu bagaimana ditinggal oleh orang disayangi. Apalagi ini anak-anaknya masih kecil," pungkasnya.
Sejak jenazah kopilot tersebut tiba di Masjid Nurul Huda, Kuta, Badung, Kamis (8/10/2015) malam, anak pertama Yudhistira dengan Agnes Budi Sulistyoningsih, Ratih (10), terus menangis. Begitu pula dengan Danan Jaya (8).
Suasana sama juga terlihat saat pemakaman jenazah Yudhistira, Jumat (9/10/2015) pagi. Saat mengantar jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir, istri dan anak-anak almarhum mengenakan pakaian serba putih. Untuk menutupi kesedihannya, istri almarhum memakai kacamata hitam besar.
Menurut Harjomo Saputra (73), kakek Yudhistira, dia belum mengetahui apakah setelah Yudhistira meninggal, anak dan istrinya masih tinggal di Jakarta atau akan tinggal di Bali.
"Almarhum meninggalkan satu istri dan dua anak. Sekarang ini mereka masih berduka, kita belum ada obrolan apakah mereka akan tinggal di Bali atau menetap di Jakarta," ujarnya di Kuta, Badung, Bali, Jumat (9/10/2015).
Dia manambahkan, saat ini kedua anak korban dan istrinya masih berduka atas meninggalnya almarhum.
"Mereka masih sedih, ya kita tahu bagaimana ditinggal oleh orang disayangi. Apalagi ini anak-anaknya masih kecil," pungkasnya.
(zik)