Menteri Yohana Sebut Pelaku Pembunuh Eneng Penikmat Film Porno
Rabu, 07 Oktober 2015 - 14:37 WIB
Menteri Yohana Sebut Pelaku Pembunuh Eneng Penikmat Film Porno
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menduga kalau pelaku pembunuh Putri Nur Fauziah atau Eneng (9) memiliki kelainan seks lantaran kerap menonton film porno di internet.
Menteri PPPA Yohana Yembise mengunjungi kediaman rumah duka Eneng (9) di Jalan Peta Barat, Kalideres, Jakarta Barat. Saat berkunjung itu, Yohana mengatakan, pihaknya dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) perlu mengkaji apa yang timbul dalam pikiran kaum pria sehingga nekat melakukan pencabulan terhadap anak-anak.
Pasalnya, pihaknya menduga kuat kalau pelaku yang melakukan perbuatan keji pada Eneng itu merupakan seorang laki-laki. Dan sebelum di bunuh dan dimasukan ke dalan kardus, Eneng di duga terlebih dahulu dicabuli oleh pelaku. (Baca: Polisi Dapatkan Sidik Jari Pelaku Pembunuhan PNF)
"Perempuan tidak mencabuli anak-anak. Biasanya itu laki-laki, jadi kita harus cari tahu apa sih di benak laki-laki," ujarnya di rumah duka Eneng, di Jalan Peta Barat, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (7/10/2015).
Menurutnya, maraknya aksi kekerasan seksual terhadap anak disinyalir akibat mudahnya masyarakat mengakses internet guna menonton tanyangan video-video yang tidak sepatutnya.
Sehingga, usai menonton video-video tersebut, mereka mencari cara untuk mempraktekannya secara nyata.
"Asumsi saya ke teknologi, karena sekarang internet bisa digunakan oleh siapa saja, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, " pungkasnya.
PILIHAN:
Polisi Bingung, Mendapat Vonis 10 Tahun Bandar Narkoba Hanya Disel 8 Bulan
Mau Tahu Pengguna Jasa Seks Artis AA? Ini Ciri-cirinya
Menteri PPPA Yohana Yembise mengunjungi kediaman rumah duka Eneng (9) di Jalan Peta Barat, Kalideres, Jakarta Barat. Saat berkunjung itu, Yohana mengatakan, pihaknya dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) perlu mengkaji apa yang timbul dalam pikiran kaum pria sehingga nekat melakukan pencabulan terhadap anak-anak.
Pasalnya, pihaknya menduga kuat kalau pelaku yang melakukan perbuatan keji pada Eneng itu merupakan seorang laki-laki. Dan sebelum di bunuh dan dimasukan ke dalan kardus, Eneng di duga terlebih dahulu dicabuli oleh pelaku. (Baca: Polisi Dapatkan Sidik Jari Pelaku Pembunuhan PNF)
"Perempuan tidak mencabuli anak-anak. Biasanya itu laki-laki, jadi kita harus cari tahu apa sih di benak laki-laki," ujarnya di rumah duka Eneng, di Jalan Peta Barat, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (7/10/2015).
Menurutnya, maraknya aksi kekerasan seksual terhadap anak disinyalir akibat mudahnya masyarakat mengakses internet guna menonton tanyangan video-video yang tidak sepatutnya.
Sehingga, usai menonton video-video tersebut, mereka mencari cara untuk mempraktekannya secara nyata.
"Asumsi saya ke teknologi, karena sekarang internet bisa digunakan oleh siapa saja, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, " pungkasnya.
PILIHAN:
Polisi Bingung, Mendapat Vonis 10 Tahun Bandar Narkoba Hanya Disel 8 Bulan
Mau Tahu Pengguna Jasa Seks Artis AA? Ini Ciri-cirinya
(ysw)