Dapat Diskriminasi, Ini Kisah Buruh Hamil Meninggal di Pabrik

Rabu, 07 Oktober 2015 - 13:22 WIB
Dapat Diskriminasi,...
Dapat Diskriminasi, Ini Kisah Buruh Hamil Meninggal di Pabrik
A A A
JAKARTA - Aksi ratusan buruh yang berdandan seperti ibu hamil di Istana Negara juga mendesak agar Presiden Jokowi memperhatikan kesejahteraan buruh wanita yang sedang hamil. Karena ada diskriminasi, pernah terjadi kasus buruh wanita meninggal di pabrik saat melahirkan karena tidak mendapat fasilitas melahirkan.

Seri Mangunah Ketua Komite Perempuan IndustriALL Indonesian Council menceritakan kisah pahit yang dialami para buruh wanita ditempat kerja. (Baca: Sambangi Istana, Ratusan Ibu Hamil Minta 'Pertangungjawaban' Jokowi)

"Ada buruh wanita di Cikupa, Tangerang yang tewas saat melahirkan. Itu karena tidak mendapatkan fasilitas bersalin dari pabrik dia juga pekerja kontrak," kata Seri di depan Istana Negara, Rabu (7/10/2015).

Indah Saptorini project coordinator dari IndustriALL juga menjelaskan banyak dari para buruh yang tengah hamil memaksakan diri bekerja agar pasca melahirkan mendapatkan cuti lebih banyak.

"Mereka maksain kerja supaya apa? supaya pasca melahirkan bisa dapat cuti lebih banyak. Hasilnya ibu hamil tewas, bayi tewas saat melahirkan di pabrik di antara mesin- mesin produksi," kata Indah.

Berdasarkan Konvensi ILO No 183 tentang Perlindungan Maternitas pada pasal 4 tentang cuti hamil yang menyebutkan jatah cuti bagi buruh yang sedang hamil selama 14 minggu.

"Di Indonesia cuma 12 minggu itu makanya hari ini kita tuntut pemerintah supaya memperhatikan kehidupan buruh wanita," terangnya.

Selain kasus tewasnya buruh perempuan yang tengah bersalin, banyak didapati diskriminasi di lingkungan kerja.

"Diskriminasinya saat mengetahui buruh lagi hamil, pihak perusahaan memindahkan ke tempat yang tidak layak dan tidak aman. Bahkan ada perusahaan yang langsung memecatnya begitu tahu buruh itu hamil," tutup Indah.

Sebelumnya diberitakan sekitar ratusan buruh perempuan dari 11 serikat buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara dalan memperingati Hari Kerja Layak yang diperkngayi setiap tanggal 7 Oktober. Para demonstran yang memakai baju hamil itu membubarkan diri sekira pukul 12.10 WIB.

PILIHAN:

Sebelum Dibunuh, Ini Ucapan terakhir PNF

Mau Tahu Pengguna Jasa Seks Artis AA? Ini Ciri-cirinya
(ysw)
Berita Terkait
Ratusan Buruh Bongkar...
Ratusan Buruh Bongkar Gelar Demo di Gudang Bulog Kelapa Gading
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Massa Buruh Ogah Pulang,...
Massa Buruh Ogah Pulang, KASBI: Kami Bertahan, Menunggu Respons Pemerintah!
Buruh Ancam Gelar Aksi...
Buruh Ancam Gelar Aksi Nasional jika Program Tapera Tak Dibatalkan
May Day 2024, Massa...
May Day 2024, Massa Mulai Bergerak di Jalan MH Thamrin Menuju Patung Kuda
May Day, Massa Buruh...
May Day, Massa Buruh Mulai Long March dari Balai Kota Jakarta ke Patung Kuda
Berita Terkini
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
2 jam yang lalu
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
4 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
7 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
9 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
9 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved