Ini Saran Ahli untuk Polisi Terkait Kasus PNF
Rabu, 07 Oktober 2015 - 00:30 WIB
Ini Saran Ahli untuk Polisi Terkait Kasus PNF
A
A
A
DEPOK - Penyidik kepolisian yang menangani kasus pembunuhan sadis terhadap PNF disarankan melakukan sistem profiling. Ini dilakukan sebagai salah satu jalan untuk mengungkap pelaku pembunuhan sadis tersebut.
Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Ferdinan Andi Lolo mengungkapkan, jika barang bukti dan saksi minim maka penyidik kepolisian bisa melakukan sistem profiling. Caranya, dengan membuat atau mendalami profil korbannya.
Kemudian ditelusuri dengan siapa saja korban berinteraksi setiap hari."Di mana saja lingkungan yang dia kenal. Selanjutnya digabungkan semuanya menjadi satu dengan cara ini bisa mengarah ke siapa pelakunya," kata Andi, Selasa 6 Oktober 2015.
Biasanya, kata Andi, penyidikan dilakukan dengan prosedur sistem ensesing yaitu mendalami lokasi. Kemudian ditanya kepada lingkungan sekitar apakah pernah melihat korban sebelumnya atau tidak. "Prosesnya bisa dilakukan bersamaan baik itu profiling atau ensesing," ungkapnya.
Ketika saksi telah dimintai keterangannya namun ada yang dirasa janggal maka hal itu patut untuk dicurigai. "Yang harus dilihat juga adalah konsistensi keterangan saksi. Kalau ada keterangan pertama dan keterangan selanjutnya tidak sama maka bisa didalami lagi," paparnya.
Sampai saat ini belum bisa dipastikan pelakunya tipe orang yang seperti apa. Namun jika diduga pedofil maka pelaku diduga adalah tunggal. "Kalau pedofil kan biasanya menutup dirinya agar tidak ketahuan jadi dia bergerak sendiri," pungkasnya.
Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Ferdinan Andi Lolo mengungkapkan, jika barang bukti dan saksi minim maka penyidik kepolisian bisa melakukan sistem profiling. Caranya, dengan membuat atau mendalami profil korbannya.
Kemudian ditelusuri dengan siapa saja korban berinteraksi setiap hari."Di mana saja lingkungan yang dia kenal. Selanjutnya digabungkan semuanya menjadi satu dengan cara ini bisa mengarah ke siapa pelakunya," kata Andi, Selasa 6 Oktober 2015.
Biasanya, kata Andi, penyidikan dilakukan dengan prosedur sistem ensesing yaitu mendalami lokasi. Kemudian ditanya kepada lingkungan sekitar apakah pernah melihat korban sebelumnya atau tidak. "Prosesnya bisa dilakukan bersamaan baik itu profiling atau ensesing," ungkapnya.
Ketika saksi telah dimintai keterangannya namun ada yang dirasa janggal maka hal itu patut untuk dicurigai. "Yang harus dilihat juga adalah konsistensi keterangan saksi. Kalau ada keterangan pertama dan keterangan selanjutnya tidak sama maka bisa didalami lagi," paparnya.
Sampai saat ini belum bisa dipastikan pelakunya tipe orang yang seperti apa. Namun jika diduga pedofil maka pelaku diduga adalah tunggal. "Kalau pedofil kan biasanya menutup dirinya agar tidak ketahuan jadi dia bergerak sendiri," pungkasnya.
(zik,ars)