Kampus Dibekukan, Mahasiswa STIKES Cirebon Resah

Selasa, 01 September 2015 - 03:00 WIB
Kampus Dibekukan, Mahasiswa...
Kampus Dibekukan, Mahasiswa STIKES Cirebon Resah
A A A
CIREBON - Sekitar1.000 mahasiswa STIKES Cirebon gelisah setelah kampus mereka dinonaktifkan atau dibekukan Kemenrsitek Dikti.

Bukan hanya mahasiswa, para alumni STIKES Cirebon pun mengkhawatirkan keabsahan gelar mereka.

Ketua STIKES Cirebon Firman Ismana saat dikonfirmasi tak menampik perihal penonaktifan kampus yang berlokasi di Jalan Brigjen Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, ini.

Namun dia meyakinkan, perkuliahan tetap berjalan hingga kini. "Hanya, kami sendiri sampai sekarang tidak tahu alasan resmi penonaktifan, belum ada surat resmi dari Kemenristek Dikti soal ini baru muncul di website saja," ungkapnya.

Menurutnya, penonaktifan yang diumumkan melalui website resmi Kemenristek Dikti tersebut berlaku sistemik. Jika ada yang tak sesuai sistem, secara otomatis penonaktifan akan diberlakukan.

Namun, pihaknya sejauh ini memperkirakan penonaktifan tak lepas dari salah satu program studi (prodi) yakni kesehatan lingkungan yang sudah tak aktif namun belum dicabut perizinannya oleh pihak kampus.

Dia menyatakan, prodi kesehatan lingkungan sudah tak aktif sejak sekitar 2011 akibat ketiadaan peminat (mahasiswa).

"Di luar Kesehatan Lingkungan, ada lima prodi lain di STIKES Cirebon yang hingga kini masih aktif perkuliahannya yaitu Fisioterapi, Radiologi, Keperawatan untuk S1 dan D3, serta D3 Kebidanan," tuturnya.

Atas penonaktifan tersebut, Firman mengaku, telah mengajukan surat kepada Kemenristek Dikti maupun Kopertis dengan mendatangi langsung kedua lembaga tersebut.

Bukan hanya mempertanyakan penonaktifan, pihaknya sekaligus pula meminta saran untuk perbaikan.

Dia menegaskan, penonaktifan tak berlaku permanen serta bukan soal legalitas STIKES Cirebon. Dengan kata lain, penonaktifan hanya seperti pembekuan sementara. Karena itu, dia meminta mahasiswanya tak khawatir.

"Masyarakat juga jangan sampai salah paham. Para alumni pun tak perlu cemas karena gelar mereka tetap sah mengingat penonaktifan ini bukan soal legalitas STIKES," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Ribuan Wisudawan UMY...
Ribuan Wisudawan UMY Serukan Kemerdekaan Palestina dan Kutuk Zionisme
Pertama dan Bersejarah,...
Pertama dan Bersejarah, ISTN Sukses Gelar Wisuda Daring 2020
Naik Becak, Musa Al...
Naik Becak, Musa Al Murtadha Ikuti Wisuda UPGRIS Secara Drive In
Wisuda Unik Digelar...
Wisuda Unik Digelar di Luar Ruangan dengan Prokes Ketat
Wisuda Virtual, Gubernur...
Wisuda Virtual, Gubernur Sumbar Pindahkan Tali Toga Anaknya Lulus Kedokteran
UNS Gelar Wisuda Drive...
UNS Gelar Wisuda Drive Thru: Wisudawannya Kendarai Becak, Andong dan Motor Listrik
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved