Banser NU Minta Presiden Tidak Meminta Maaf ke Korban 65

Rabu, 30 September 2015 - 18:31 WIB
Banser NU Minta Presiden...
Banser NU Minta Presiden Tidak Meminta Maaf ke Korban 65
A A A
SEMARANG - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang melarang Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Joko Widodo meminta maaf atas peristiwa G30S/PKI.

Sebab menurutnya, permohonan maaf Presiden dinilai telah melanggar aturan Negara. Hal itu dikatakan Ketua Ansor Kota Semarang Muhammad Busron saat aksi unjuk rasa memperingati 50 tahun peristiwa G30S/PKI di depan kantur Gubernur Jateng.

Menurut Busron, Presiden tidak perlu meminta maaf karena sudah banyak kiai NU yang menjadi korban PKI.

“Jika Presiden sampai meminta maaf, maka sama saja melanggar TAP MPR tahun 1966. Aksi ini kami lakukan agar Presiden menolak meminta maaf kepada keluarga PKI atas peristiwa September 1965,” kata Busron, Rabu (30/9/2015).

Busron menambahkan, apabila Presiden tetap meminta maaf kepada keluarga PKI, maka pihaknya mengancam akan mengerahkan massa lebih banyak lagi. Sebab menurutnya, permintaan maaf Presiden tersebut melukai hati masyarakat.

“Kalau Presiden tetap meminta maaf, akan kami kerahkan massa lebih besar,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi Demonstrasi Sahroni mengatakan, selain melarang Presiden meminta maaf, aksi tersebut juga dilakukan untuk mendesak pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Komisi Kebenaran dan Rekonsilasi (KKR).

“Kalau UU KKR ini tidak disahkan, maka Negara ini akan hancur. Dan kejadian 30 September 1965 bisa terulang kembali,” kata dia.

Selain menggelar orasi bebas menolak paham komunis di Indonesia, dalam aksi demonstrasi tersebut juga dilakukan aksi teatrikal berupa pembakaran bendera bergambar palu dan arit yang menjadi simbol PKI.

Pembakaran dilakukan sebagai bukti bahwa Banser NU menolak adanya paham komunis di Indonesia.
(san)
Berita Terkait
Kisah Gerakan 30 September...
Kisah Gerakan 30 September 1965, NU Pertama Kali Sebut PKI sebagai Dalang Pemberontakan
Mengungkap 7 Sub Kesatuan...
Mengungkap 7 Sub Kesatuan Pasopati yang Bertugas Menculik Para Jenderal Hidup atau Mati
Sandi Senam Revolusi...
Sandi Senam Revolusi dan Ibu Pertiwi Hamil Tua, Misteri G30S PKI yang Belum Terungkap
Kisah Istri Perwira...
Kisah Istri Perwira Kostrad Mata-matai Markas PKI saat G30 September Meletus
Kisah PKI Kocar-kacir...
Kisah PKI Kocar-kacir Digebuk GP Ansor usai Rampas Tanah Muslimat NU Surabaya
Sedang Pandemi Corona,...
Sedang Pandemi Corona, Polri Tak Izinkan Nobar Film G30S/PKI
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
39 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
41 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
41 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
54 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved