Keraton Yogyakarta Panggil Lima PKL Tergugat Rp1,1 Miliar

Selasa, 29 September 2015 - 12:27 WIB
Keraton Yogyakarta Panggil...
Keraton Yogyakarta Panggil Lima PKL Tergugat Rp1,1 Miliar
A A A
YOGYAKARTA - Pihak Pracimosono Keraton Yogyakarta memanggil lima orang pedagang kaki lima yang digugat Rp1,1 Miliar oleh pemilik kekancing, Eka Aryawan.

Kelima PKL itu datang bersama kuasa hukumnya dari LBH Yogyakarta sekitar pukul 09.00 WIB pagi ini.

Namun, hingga pukul 11.00 WIB siang ini, mereka masih menunggu untuk mengelar pertemuan dengan pihak Pracimosono, Keraton Yogyakarta. Sebab, ada seseorang dari pihak Kraton belum hadir.

"Nunggu Pak Achiel, katanya belum datang. Kita datang sejak pukul 09.00 WIB tadi," kata Budiono (58), PKL yang memiliki jasa tukang kunci di Jalan Brigjen Katamso tersebut, Selasa (29/9/2015).

Selain Budi, PKL lainnya juga hadir semua. Mereka, Sugihadi, penjual bakmi, kemudian pemilik jasa stiker, Agung, Sukinah dan Suwarni yang keduanya berjualan makanan.

Kelima PKL ini dituding menempati lahan sekira 20 meter persegi yang diklaim milik Eka. Bahkan, klaim tersebut membuat mereka harus menerima gugatan sebesar Rp1,1 miliar.

"Kasusnya masih jalan, kami berharap agar Pak Eka mencabut laporan. Kami bisa mencari nafkah juga di lokasi itu," imbuh Agung yang mengaku ogah pindah.

Mereka mengaku sudah membuat kesepakatan bersama beberapa waktu lalu. Namun, kesepakatan bersama itu kandas manakala Eka membuat gugatan ke PN Kota Yogyakarta.

"Dulu pernah diminta pindah, ada dua PKL yang sudah pindah diberi santunan Rp 5 juta. Kalau kami tidak mau diberi uang, cukup tempat itu biarlah kami pergunakan untuk mencari rejeki," jelasnya.

Pantauan di lokasi, kelima PKL terlihat gelisah karena sudah dua jam lebih mereka menunggu belum ada kepastian.

Mereka juga terlihat keluar untuk menemui petugas di Panitikismo mengenai rencana pertemuan ini. "Tunggu sebentar lagi pak," ujar petugas di Panitikismo Keraton Yogyakarta.

Divisi Advokasi LBH Yogyakarta Rizky Fatahilah yang mendampingi para PKL juga terligat gelisah.

Namun, mereka tetap sabar menunggu untuk menjelaskan duduk permasalahan yang terjadi. "Semoga Panitikismo Kraton bisa menjembatani agar kasus ini selesai dengan baik," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Kesultanan Yogyakarta
Tanah Sultan Ground...
Tanah Sultan Ground Tidak Dilepas untuk Jalan Tol, Keraton Yogyakarta Terbitkan Palilah
Penutupan Sementara...
Penutupan Sementara Wisata Milik Keraton Yogyakarta
Alun-Alun Utara Keraton...
Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta Bakal Dipagari, Ini Alasannya
Sri Sultan Hamengkubuwono...
Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) II Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Kontroversi Sultan Yogya...
Kontroversi Sultan Yogya IV, dari Skandal Seks hingga Penunjukan Etnis Tionghoa Jadi Pejabat
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
23 menit yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
27 menit yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
3 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
4 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
4 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
5 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved