Gawat! Udara di Pekanbaru Kembali ke Level Bahaya
Minggu, 27 September 2015 - 09:28 WIB
Gawat! Udara di Pekanbaru Kembali ke Level Bahaya
A
A
A
PEKANBARU - Asap yang kian pekat membuat udara di Pekanbaru, Riau kembali ke level berbahaya. Kondisi ini membuat warga mengalami sesak napas dan batuk.
Pantauan di lapangan, kondisi udara sempat sedikit lebih baik. Namun beberapa jam kemudian, tampak kabut asap semakin tebal menyelimuti Kota Pekanbaru.
"Kita bingung mengapa kabut asap tidak pernah selesai. Ini kabut semakin pekat lagi. Kita ragu atas upaya pemadaman yang dilakukan pemerintah. Sudah lebih satu bulan mengapa tidak kunjung selesai," ucap Annisa Nabilla salah satu mahasiswi di Riau.
Sementara itu, Safitri Devi yang juga pelajar di Pekanbaru mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi kabut asap yang semakin memburuk.
"Saat ini asap kembali menyesakkan dada. Mata perih dan paru-paru terasa gatal. Kita sangat khawatir dengan kondisi asap ini. Hal yang paling kita takutkan lagi adalah kita kembali libur. Padahal kita sudah satu bulan tidak sekolah karena asap," katanya.
Sementara itu berdasarkan data papan Indeks Stardar Pencemaran Udara (ISPU) udara Riau sudah sangat tercemar. Dimana sebelumnya di level berwarna kuning, kini melonjak berada di level berarna hitam alias berbahaya.
Pantauan di lapangan, kondisi udara sempat sedikit lebih baik. Namun beberapa jam kemudian, tampak kabut asap semakin tebal menyelimuti Kota Pekanbaru.
"Kita bingung mengapa kabut asap tidak pernah selesai. Ini kabut semakin pekat lagi. Kita ragu atas upaya pemadaman yang dilakukan pemerintah. Sudah lebih satu bulan mengapa tidak kunjung selesai," ucap Annisa Nabilla salah satu mahasiswi di Riau.
Sementara itu, Safitri Devi yang juga pelajar di Pekanbaru mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi kabut asap yang semakin memburuk.
"Saat ini asap kembali menyesakkan dada. Mata perih dan paru-paru terasa gatal. Kita sangat khawatir dengan kondisi asap ini. Hal yang paling kita takutkan lagi adalah kita kembali libur. Padahal kita sudah satu bulan tidak sekolah karena asap," katanya.
Sementara itu berdasarkan data papan Indeks Stardar Pencemaran Udara (ISPU) udara Riau sudah sangat tercemar. Dimana sebelumnya di level berwarna kuning, kini melonjak berada di level berarna hitam alias berbahaya.
(nag)