Aktivis Petani Tewas Dikeroyok Saat akan Unjuk Rasa

Sabtu, 26 September 2015 - 21:02 WIB
Aktivis Petani Tewas...
Aktivis Petani Tewas Dikeroyok Saat akan Unjuk Rasa
A A A
LUMAJANG - Seorang petani, yang juga aktivis Forum Petani Anti Tambang, Salim, alias Kancil ditemukan tewas, dengan luka mengenaskan di sekujur tubuh. Warga Desa Selo Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang ini, tewas dalam kondisi tangan terikat.

Selain Salim, Koordinator Forum Petani Anti Tambang, Tosan (48) juga menjadi korban aksi kekerasan, dan kebrutalan kelompok yang menentang perjuangan para petani tersebut. Korban, dikeroyok belasan orang di depan rumahnya sendiri, hingga mengalami luka parah.

Ayah tiga anak tersebut, saat ini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hartoyo, Kabupaten Lumajang.

“Kondisinya sudah sadarkan diri. Tetapi, sama dokternya belum boleh banyak bicara,” ujar istri korban, Ati Hariati (44).

Kejadian kekerasan ini, terkait erat dengan rencana Forum Petani Anti Tambang, yang akan menggelar aksi demonstrasi menentang penambangan pasir di desa tersebut, pada hari Sabtu (26/9/2015) pukul 09.00 WIB. Penambangan pasir ini, dinilai oleh para petani merusak lingkungan, dan lahan persawahan.

Polisi yang menerima laporan terjadinya kekerasan ini, langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP). “Saat tiba di TKP pengeroyokan korban Tosan. Tiba-tiba kami juga menerima laporan, adanya korban tewas dengan kondisi tangan terikat. Korban tersebut diketahui bernama Salim alias Kancil,” ujar Kapolres Lumajang, AKBP Faddly Munzir Ismail.

Salim yang ditemukan tewas di lahan pemakaman desa, dengan banyak luka bacokan. Diketahui sebagai pemilik lahan persawahan di dekat pertambangan pasir.

Selama ini, dia juga dikenal sebagai aktivis petani yang menentang penambangan pasir pantai, karena merusak lahan persawahan.

Faddly menyebutkan, berdasarkan keterangan sementara, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban Salim dibawa keluar rumah oleh belasan orang dengan kondisi tangan terikat. Setelah itu, dilaporkan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di lahan pemakaman.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan, dan pengejaran terhadap para pelaku pengeroyokan serta pembunuhan ini.

Termasuk, menyelidiki adanya kemungkinan aktor intelektual di belakang aksi kekerasan ini. Para pelaku ini, diancam dengan Pasal 170, dan 338 KUHP, tentang pengeroyokan, dan pembunuhan.

Sebelum kejadian ini, Faddly mengaku, Forum Petani Anti Tambang sudah mengajukan permohonan untuk menggelar aksi demonstrasi menentang penambangan pasir. Rencananya, ada 200 petani yang akan menggelar aksi demonstrasi.

“Kami sendiri, sedang menyiapkan pasukan, untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Tiba-tiba mendapatkan laporan tentang aksi kekerasan tersebut,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
4 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
6 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
8 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
8 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
8 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved