Kemarau, Situ Cilodong Kering dan Tanah Retak

Jum'at, 25 September 2015 - 07:27 WIB
Kemarau, Situ Cilodong...
Kemarau, Situ Cilodong Kering dan Tanah Retak
A A A
DEPOK - Kondisi Situ Cilodong, Kalibaru, Depok cukup mengenaskan. Pasalnya, situ tersebut kita telah mengalami kekeringan, bahkan retakan tanah juga terlihat di sana.

"Parah banget musim keringnya sekarang. Seluruh situ sudah kekeringan di sini," kata Ketua Kelompok Kerja Situ Cilodong, Muhammad Kujang di Depok, Kamis 26 September 2015.

Kondisi ini pernah terjadi saat musim kering 2005 lalu. Bedanya, air situ menyusut lebih lama saat itu. Namun sekarang belum tiga bulan situ sudah kering dan retak. "Kalau dahulu waktu (menyusutnya) lama. Sekarang tiga bulan sudah kering seluruh areanya," ceritanya.

Selain karena musim kemarau, kekeringan di Situ Cilodong terjadi karena sedimentasi yang cukup parah. Seharusnya kedalaman situ mencapai empat meter. Tapi, keadaan saat ini hanya dua meter.

"Air jadi cepat kering. Bahkan, dasar situ saat ini sejajar dengan saluran air di sampingnya," ujarnya.

Pihaknya selalu mengusulkan dilakukan normalisasi ketika ada forum rembuk warga. Bahkan saat ada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) di tingkat kelurahan pun selalu diusulkan.

"Kalau pemerintah serius menangani situ musim kemarau seperti ini, yang tepat untuk dilakukan pengerukah," saran dia.

Ditegaskan, Situ Cilodong menjadi salah satu wilayah resapan. Sehingga saat musim kering masih ada persediaan air di situ. Namun karena terjadi sedimen maka volume situ tak bisa menampung persediaan air yang banyak dan menyebabkan kekeringan seperti sekarang.

"Situ ini menjadi sumber air warga seKecamatan Cilodong. Saya sendiri minum air situ ini," akunya.

Dikatakan dia, Situ Cilodong juga menjadi salah satu objek wisata yang menyokong ekonomi kerakyatan. Soalnya, banyak warga membuka usaha di sekitar situ. "Kunjungan berkurang 80 persen ke situ ini. Pemilik usaha sudah mengeluhkannya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Dea Akhmad mengatakan hampir seluruh situ airnya menyusut. Dari pantauannya ada tiga situ yang airnya sudah benar-benar kering, yakni Situ Cilodong, Cinere dan Sidamukti di Sukmajaya.

"Masih terus dilihat, dan didata. Sejauh ini baru tiga situ yang kering," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Sungai Batanghari Surut...
Sungai Batanghari Surut Akibat Kemarau, Munculkan Pulau Berpasir
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
September Puncak Musim...
September Puncak Musim Kemarau, Oktober Transisi ke Musim Hujan
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
5 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
5 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
6 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
6 jam yang lalu
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
7 jam yang lalu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
7 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved