Populasi Badak Indonesia Tinggal 250 Ekor

Rabu, 23 September 2015 - 06:34 WIB
Populasi Badak Indonesia...
Populasi Badak Indonesia Tinggal 250 Ekor
A A A
PASURUAN - Selama kurun waktu dua tahun terakhir, perburuan liar badak di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 1.900 ekor. Jika tidak dihentikan, perburuan liar ini mengancam populasi badak menuju kepunahan dari muka bumi.

"Satwa badak hitam asal Afrika yang terlihat terakhir pada 2006 telah dinyatakan punah. Sebanyak 1.200 badak mati karena perburuan liar pada tahun 2014. Sedangkan tahun 2015, sebanyak 700 badak mati diburu untuk diambil culanya," kata drh Timpal Nanang Tedjo Leksono, keeper Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen Kabupaten Pasuruan seusai merayakan Hari Badak Internasional, Selasa (22/9/2015).

Menurut drh Nanang, Indonesia yang memiliki dua spesies badak juga tidak luput dari ancaman kepunahan. Hingga saat ini, populasi badak sumatera (Diderorhinussumatrensis) diketahui sejumlah sekitar 200 ekor yang tersebar di Sumatera bagian selatan dan utara.
Sedangkan badak jawa (Rhinoceros Sondaicus) hanya menyisahkan sejumlah 50 ekor. Badak jawa ini hanya bisa ditemui di Taman Nasional Ujung Kulon.

"Perburuan badak ini dilakukan hanya untuk mengambil cula yang dipercaya memiliki khasiat pengobatan. Padahal berdasar penelitian, cula badak ini memiliki kesamaan dengan kuku jari manusia. Khasiat sebagai obat itu hanya mitos."

Sebagai salah satu lembaga konservasi, TSI II Prigen memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan badak dari kepunahan. Meski hanya memiliki dua ekor badak putih (Ceratotheriumsimum) jantan dan satu betina, TSI II Prigen berupaya melakukan aktivitas pengembangbiakan dan pelestarian. Badak putih asal Afrika ini juga masuk dalam daftar satwa yang terancam punah.

"TSI II Prigen telah melakukan breeding program badak. Melalui program pertukaran satwa, TSI Grup berupaya melakukan pemeriksaan siklus birahi satwa guna pengembangbiakan badak. Perlu waktu sekitar empat bulan satwa badak ini untuk beradaptasi dan pendekatan," tandas drh Nanang.

General Manager TSI II Prigen I Ketut Gunarta menyatakan, Rhino International Day (Hari Badak Internasional) yang dipelopori WWF Afrika pada tahun 2010 merupakan tonggak sejarah bagi upaya penyelamatan populasi badak di dunia.

"Merayakan Hari Badak ini sebagai upaya untuk mengingatkan kembali pentingnya kelestarian hidup badak di seluruh dunia. Kami menyiapkan tumpeng besar yang berasal dari buah-buahan untuk diberikan kepada tiga ekor badak TSI. Tumpeng ini sebagai simbol bahwa TSI memiliki kepedulian untuk berpartisipasi dalam menyelamatkan badak dari kepunahan," kata I Ketut Gunarta.
(zik)
Berita Terkait
3 Penjual Satwa Dilindungi...
3 Penjual Satwa Dilindungi Dibekuk, Polisi Amankan Trenggiling dan Burung Langka
Banyak Spesies Indonesia...
Banyak Spesies Indonesia Terancam Punah: Bagaimana Cara Menyelamatkannya?
Hewan Dilindungi Elang...
Hewan Dilindungi Elang Bido Diselamatkan Komunitas Pecinta Rimba dan Satwa Liar
Duyung Viral di Pangkalpinang...
Duyung Viral di Pangkalpinang Ditemukan Mati, Dievakuasi ke Alobi
1.000 Satwa yang Diawetkan...
1.000 Satwa yang Diawetkan Disita Polisi Spanyol, Koleksi Spesies Langka Ini Bernilai Rp460 Miliar
Polisi Tangkap 2 Penjual...
Polisi Tangkap 2 Penjual Satwa Dilindungi di Medan, 4 Lutung Sumatera dan 2 Kukang Disita
Berita Terkini
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
1 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
11 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
13 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
14 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
14 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
15 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved