Bapak dan Anak asal Myanmar Terdampar di Polresta Denpasar

Sabtu, 19 September 2015 - 15:04 WIB
Bapak dan Anak asal...
Bapak dan Anak asal Myanmar Terdampar di Polresta Denpasar
A A A
DENPASAR - Dua imigran yang juga bapak dan anak asal Myanmar, Mamat (29) dan Joo Nai (10) terdampar di Mapolresta Denpasar, Jumat (18/9/2015.

Mereka mencari perlindungan setelah gagal mencari suaka ke Australia lantaran tidak memiliki biaya untuk perjalanan ke negeri kanguru tersebut.

Pada tahun 2007 Mamat dan anaknya yang pada saat itu berumur 2 tahun bersama 40 orang temannya meninggalkan Myanmar dengan menggunakan kapal boat menuju Malaysia.

Sesampai di Malaysia, Mamat dan buah hatinya itu tinggal di Johor dengan menyewa rumah. Selama di Malaysia Mamat bekerja sebagai pemulung.

"Dia (Mamat-red) diberikan kartu pengungsi oleh pemerintahan Malaysia dengan nomor; 354-07C02510 3/4 dikeluarkan tgl 18 Januari 2010 masa berlaku sampai 17 Januari 2013," kata salah satu anggota kepolisian yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (19/9/2015), Denpasar.

Kemudian pada Minggu 13 September 2015, Mamat bersama anaknya diajak oleh salah seorang warga Malaysia untuk berangkat ke Batam berserta 20 orang rombongan lainnya, dengan menggunakan kapal dan membayar sebanyak 3000 Ringgit.

Sesampainya di Batam, Mamat dan anaknya ditempatkan di gudang penyimpanan barang bekas. Kemudian Mamat dan anaknya diberangkatkan lagi ke Surabaya dengan menggunakan pesawat terbang.

Setelah sampai di Surabaya, mereka ditempatkan lagi di sebuah gudang penyimpanan barang bekas.

"Disana Mamat dimintai uang lima juta rupiah untuk melanjutkan perjalanan menuju Australia. Karena tidak memiliki uang, Mamat ditinggal oleh rombongannya," sebutnya.

Setelah ditingal oleh rombongannya, Mamat kebingungan sehingga melanjutkan perjalanan hingga sampai di Bali. Lantaran tidak memiliki tujuan yang jelas, Mamat memutuskan untuk ke kantor Polisi Mapolresta Denpasar untuk meminta tolong.

Terkait adanya hal tersebut Kasubbag Humas Polresta Denpasar AKP Sugriwo membenarkan imigran bapak dan anak asal Myanmar itu meminta perlindungan ke Mapolresta.

Namun hingga saat ini belum mendapat laporan selanjutnya tentang status dan keberadaan mereka.

"Saya belum dapat informasi selanjutnya, apakah mereka masih di Mapolresta atau tidak. Mereka berdua sedang dimintai keterangan di ruang Unit IV Sat Reskrim," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Ditjen Imigrasi tangkap...
Ditjen Imigrasi tangkap 17 WN Vietnam Pekerja Klinik Bedah
Kapal Pengangkut Imigran...
Kapal Pengangkut Imigran Gelap Terbalik di Italia, 40 Hilang
Viral Aksi Joget Mahasiswa...
Viral Aksi Joget Mahasiswa Aceh Usir Ratusan Imigran Gelap Rohingya
Dibawa Kabur Imigran...
Dibawa Kabur Imigran Gelap, Mobil Dinas Rudenim Ditemukan di Masjid
Uni Eropa Setujui Aturan...
Uni Eropa Setujui Aturan Lebih Ketat untuk Tangani Imigran Gelap
10 Fakta Mengerikan...
10 Fakta Mengerikan Rute Gelap Imigran ke Eropa, Seperti Mempertaruhkan Nyawa
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved