Rumah Penuh Asap, Warga Pekanbaru Bingung Harus ke Mana
Minggu, 13 September 2015 - 16:02 WIB
Rumah Penuh Asap, Warga Pekanbaru Bingung Harus ke Mana
A
A
A
PEKANBARU - Warga Pekanbaru, Riau, benar-benar kelabakan dan tidak tahu harus ke mana lagi untuk bisa menghindar dari kabut asap yang sudah sangat menyesakkan dada. Rumah yang seharusnya aman untuk kabut asap kini sudah penuh sesak oleh asap hitam yang juga membawa bau menyengat.
"Saat ini rumah sudah pengap dengan asap. Sekarang kita sudah susah, mau keluar banyak asap, di rumah juga sudah masuk. Kasihan anak-anak sudah pada batuk," ucap Yuli Rahmawati Ritonga, seorang ibu rumah, Minggu (13/9/2015).
Imbauan pemerintah agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah tidak ada artinya. Sebab, kondisi dalam rumah tidak lebih baik dari luar rumah.
"Sudah tidak ada tempat lagi kita bisa menghirup udara sehat. Semua sudah penuh asap. Seharusnya pemerintah sudah mengevakuasi kita ke tempat yang sehat. Kebakaran ini salah pemerintah karena tidak serius untuk menanggulangi asap," kata Khairil Amri, warga Marpoyan, Pekanbaru.
Jarak pandang di Kota Pekanbaru saat ini hanya 200 meter. Sementara, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) saat ini berada di posisi terburuk yakni level berbahaya.
PILIHAN:
Kisah Kakek Warsono, Kuli Panggul Kayu Jati Asal Ngawi
"Saat ini rumah sudah pengap dengan asap. Sekarang kita sudah susah, mau keluar banyak asap, di rumah juga sudah masuk. Kasihan anak-anak sudah pada batuk," ucap Yuli Rahmawati Ritonga, seorang ibu rumah, Minggu (13/9/2015).
Imbauan pemerintah agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah tidak ada artinya. Sebab, kondisi dalam rumah tidak lebih baik dari luar rumah.
"Sudah tidak ada tempat lagi kita bisa menghirup udara sehat. Semua sudah penuh asap. Seharusnya pemerintah sudah mengevakuasi kita ke tempat yang sehat. Kebakaran ini salah pemerintah karena tidak serius untuk menanggulangi asap," kata Khairil Amri, warga Marpoyan, Pekanbaru.
Jarak pandang di Kota Pekanbaru saat ini hanya 200 meter. Sementara, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) saat ini berada di posisi terburuk yakni level berbahaya.
PILIHAN:
Kisah Kakek Warsono, Kuli Panggul Kayu Jati Asal Ngawi
(zik)