Ini Trik Guru Kejar Pelajaran Karena Libur Akibat Asap
Sabtu, 12 September 2015 - 11:59 WIB
Ini Trik Guru Kejar Pelajaran Karena Libur Akibat Asap
A
A
A
PEKANBARU - Sudah dua pekan siswa di Pekanbaru dan daerah lainnya di Riau terpaksa diliburkan karena kabut asap. Pihak sekolah menyatakan kekhawatirannya terhadap nasib siswa.
Rimanita, salah seorang guru SMPN 16 Pekanbaru menyebutkan bahwa liburnya sekolah sekitar dua pekan ini tentunya mengganggu anak didiknya. Untuk mengejar ketertinggalan, pihak sekolah memberikan Pekerjaan Rumah (PR) kepada anak didiknya.
"Sejak tanggal 3 September lalu, kita sudah memberikan PR untuk siswa. Kita berharap ini bisa membantu mengejar ketertinggal mata pelajaran akibat kabut asap," kata wali kelas IX SMP 16 Pekanbaru usai melakukan salat minta hujan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (12/9/2015).
Untuk lebih mengejar ketertinggalan, siswa juga diharapkan bisa privat."Kita berharap siswa juga bisa mengikuti les bagi yang mampu. Ini juga diharapkan bisa membantu ketertinggal," ucap Rimaniya lagi.
Hal senada juga diungkapkan Abdullah, Kepala Sekolah SD Negeri 101 Pekanbaru. Dia mengungkapkan selain memberikan PR, siswa juga diancurkan semakin memperbanyak membaca dan latihan dan mengulang pelajaran.
"Kita harap selama di rumah untuk benar-benar belajar. Semua PR yang kita berikan selama ini wajib dikerjakan karena akan kita koreksi. Selain itu kita minta orangtua juga mengawasi anaknya untuk belajar di rumah," harapnya.
Rimanita, salah seorang guru SMPN 16 Pekanbaru menyebutkan bahwa liburnya sekolah sekitar dua pekan ini tentunya mengganggu anak didiknya. Untuk mengejar ketertinggalan, pihak sekolah memberikan Pekerjaan Rumah (PR) kepada anak didiknya.
"Sejak tanggal 3 September lalu, kita sudah memberikan PR untuk siswa. Kita berharap ini bisa membantu mengejar ketertinggal mata pelajaran akibat kabut asap," kata wali kelas IX SMP 16 Pekanbaru usai melakukan salat minta hujan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (12/9/2015).
Untuk lebih mengejar ketertinggalan, siswa juga diharapkan bisa privat."Kita berharap siswa juga bisa mengikuti les bagi yang mampu. Ini juga diharapkan bisa membantu ketertinggal," ucap Rimaniya lagi.
Hal senada juga diungkapkan Abdullah, Kepala Sekolah SD Negeri 101 Pekanbaru. Dia mengungkapkan selain memberikan PR, siswa juga diancurkan semakin memperbanyak membaca dan latihan dan mengulang pelajaran.
"Kita harap selama di rumah untuk benar-benar belajar. Semua PR yang kita berikan selama ini wajib dikerjakan karena akan kita koreksi. Selain itu kita minta orangtua juga mengawasi anaknya untuk belajar di rumah," harapnya.
(sms)