Tiket Kereta Promo Rp70 Ribu Habis, Oknum PT KAI Diduga Bermain
Jum'at, 11 September 2015 - 00:41 WIB
Tiket Kereta Promo Rp70 Ribu Habis, Oknum PT KAI Diduga Bermain
A
A
A
JAKARTA - Tiket promo kereta api jarak jauh seharga Rp70 ribu dalam rangka HUT PT KAI ke-70 untuk sejumlah perjalanan habis terjual. Sejumlah calon pengguna kereta api menduga ada permainan oknum hingga tiket kereta api tersebut ludes dalam waktu satu hari sejak promo itu dimulai pada 7 September 2015 kemarin.
Pantauan Sindonews, ludesnya tiket kereta api mulai terasa sejak beberapa jam tiket promo di jual pada Senin 7 September 2015 lalu. Sejumlah tempat duduk kereta api yang melayani perjalanan seperti KA Gajayana, Taksaka Pagi, Argo Dwi Pangga, Bima, Argo Lawu, Taksaka Malam, Argo Anggrek, Argo Lawu, Bangunkarta, hingga Argo Muria telah habis terjual.
Para pengguna jasa kereta api menuding, habisnya tiket promo merupakan akal-akalan dari PT KAI. "Kalau musim Lebaran itu masuk akal tiket cepat habis. Ini hari biasa enggak ada momen, tapi kenapa tiket cepat habis," ungkap Muhamad Rifai (26) salah satu penguna jasa kereta api, Kamis 10 September 2015 kemarin.
Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (Yogyakarta) ini setuju bila habisnya tiket disinyalir hanyalah akal-akalan oleh sejumlah oknum pegawai PT KAI. Pasalnya, berdasarkan pengalaman dirinya yang telah bertahun menggunakan layanan kereta api, membeli tiket cancel, akan dikenakan biaya 25% dari tarif yang tertera di tiket.
Pengamat transportasi dan perkotaan dari Universitas Trisaksi Yayat Supriatna tak menampik habis tiket promo dilakukan oleh beberapa oknum. Meski tak menjelaskan secara pasti oknum mana yang bermain.
Namun indikasi akan hal itu tetap ada, mengingat saat Lebaran lalu sebanyak 14 orang tertangkap basah saat melakukan praktik percaloan. Melihat kekisruhan adanya tarif promo KAI, Yayat menyarankan agar pelayanan tiket online PT KAI diubah sistemnya. "Sistem ke depan harus memiliki keterbukaan publik. PT KAI harus bisa terbuka soal promo ini," jelas Yayat. Yayat berharap ke depan untuk tiket promo, PT KAI dapat membaginya ke dalam sistem online dan on the spot.
Selain itu, untuk jatahnya, KAI harus dapat menjelaskan kepada publik, untuk setiap perjalanan akan disediakan beberapa tiket. Terpisah, Senior Manager Humas Daop I PT KAI Bambang S Prayitno mengaku akan adanya kesalahan sistem pada tiket promo ini, salah satunya update tiket promo sempat terjadi pada beberapa menit di situs penjualan tiket online pada hari pertama.
"Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat. Hal ini pasti akan kami evaluasi," terang Bambang ketika dikonfirmasi. Tekait soal adanya mafia percaloan tiket yang membuat tiket tersebut menjadi cepat habis, Bambang mengatakan hal tersebut akan diketahui dengan jelas melalui pembatalan tiket yang ada.
"Sekarang kan boarding-nya kita gunakan pake tanda pengenal, jadi soal calo yang beli dulu akan ketahuan dari pembatalan, kita hitung saja nanti pembatalan yang ada berapa," tutup Bambang.
Pantauan Sindonews, ludesnya tiket kereta api mulai terasa sejak beberapa jam tiket promo di jual pada Senin 7 September 2015 lalu. Sejumlah tempat duduk kereta api yang melayani perjalanan seperti KA Gajayana, Taksaka Pagi, Argo Dwi Pangga, Bima, Argo Lawu, Taksaka Malam, Argo Anggrek, Argo Lawu, Bangunkarta, hingga Argo Muria telah habis terjual.
Para pengguna jasa kereta api menuding, habisnya tiket promo merupakan akal-akalan dari PT KAI. "Kalau musim Lebaran itu masuk akal tiket cepat habis. Ini hari biasa enggak ada momen, tapi kenapa tiket cepat habis," ungkap Muhamad Rifai (26) salah satu penguna jasa kereta api, Kamis 10 September 2015 kemarin.
Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (Yogyakarta) ini setuju bila habisnya tiket disinyalir hanyalah akal-akalan oleh sejumlah oknum pegawai PT KAI. Pasalnya, berdasarkan pengalaman dirinya yang telah bertahun menggunakan layanan kereta api, membeli tiket cancel, akan dikenakan biaya 25% dari tarif yang tertera di tiket.
Pengamat transportasi dan perkotaan dari Universitas Trisaksi Yayat Supriatna tak menampik habis tiket promo dilakukan oleh beberapa oknum. Meski tak menjelaskan secara pasti oknum mana yang bermain.
Namun indikasi akan hal itu tetap ada, mengingat saat Lebaran lalu sebanyak 14 orang tertangkap basah saat melakukan praktik percaloan. Melihat kekisruhan adanya tarif promo KAI, Yayat menyarankan agar pelayanan tiket online PT KAI diubah sistemnya. "Sistem ke depan harus memiliki keterbukaan publik. PT KAI harus bisa terbuka soal promo ini," jelas Yayat. Yayat berharap ke depan untuk tiket promo, PT KAI dapat membaginya ke dalam sistem online dan on the spot.
Selain itu, untuk jatahnya, KAI harus dapat menjelaskan kepada publik, untuk setiap perjalanan akan disediakan beberapa tiket. Terpisah, Senior Manager Humas Daop I PT KAI Bambang S Prayitno mengaku akan adanya kesalahan sistem pada tiket promo ini, salah satunya update tiket promo sempat terjadi pada beberapa menit di situs penjualan tiket online pada hari pertama.
"Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat. Hal ini pasti akan kami evaluasi," terang Bambang ketika dikonfirmasi. Tekait soal adanya mafia percaloan tiket yang membuat tiket tersebut menjadi cepat habis, Bambang mengatakan hal tersebut akan diketahui dengan jelas melalui pembatalan tiket yang ada.
"Sekarang kan boarding-nya kita gunakan pake tanda pengenal, jadi soal calo yang beli dulu akan ketahuan dari pembatalan, kita hitung saja nanti pembatalan yang ada berapa," tutup Bambang.
(whb)