Sekolah Digusur, Siswa SDN Sadah Belajar di Kandang Kerbau

Selasa, 08 September 2015 - 01:18 WIB
Sekolah Digusur, Siswa...
Sekolah Digusur, Siswa SDN Sadah Belajar di Kandang Kerbau
A A A
SERANG - Sebanyak 90 siswa SDN Sadah, di Kampung Sadah, Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, terpaksa belajar di kandang kerbau. Lantaran, gedung sekolah mereka akan digusur untuk pembangunan gedung pemerintahan.

Kepala SDN Sadah Sobana mengatakan, gedung sekolah SDN Sadah yang lama berada di lahan proyek Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang. Karena proyek akan segera dilakukan, maka para siswa terpaksa mengungsi.

Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tidak memberikan ganti rugi lahan. Akibatnya, warga bersama orangtua murid, serta pihak sekolah, melakukan rembukan. Hasilnya, gedung madrasah yang tidak terpakai dijadikan tempat belajar sementara.

"Rencananya, bangunan sekolah yang lama akan digusur dan dibangun Puspemkab Serang. Hasil musyawarah, kami menempati gedung madrasah ini," kata Sobana, kepada wartawan, Senin (7/9/2105).

Gedung ini sebelumnya telah beralih fungsi untuk hewan ternak kerbau. Alhasil, siswa yang belajar di lokasi ini pun menjadi tidak nyaman. Apalagi, posisi kandang kerbau warga juga persis berada di belakang gedung.

Para guru kerap mendapatkan keluhan dari siswa dengan kondisi gedung yang hanya berdinding triplek, lantai tanpa keramik, serta atap menggunakan asbes namun masih terdapat lubang di mana-mana.

"Yah beginilah, kalau hujan pasti kita pindah, kalau panas mesti pindah tempat duduk. Memang, mengeluh mah mengeluh, tapi semangat belajar bagus," keluh Sobana.

Pantauan di lokasi, gedung ini tidak mempunyai ruang guru dan hanya memiliki empat ruang kelas. Dua permanen, dan dua lainnya tidak, hanya dibatasi sehelai triplek. Untuk belajar, siswa Kelas 1 dan 2 harus bergantian dengan Kelas 3 dan 4.

Siti, salah seorang siswa Kelas 5 berharap, dapat belajar di gedung yang lebih baik. "Tidak nyaman, bau kerbau. Inginnya ada sekolah yang baru, kaya dulu, kalau sekarang jelek sekolahnya," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
2 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
3 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
3 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
4 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
4 jam yang lalu
Ledakan Bom Sisa Perang...
Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua, 9 Tewas, 6 Luka-luka
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved