Napi Tuntut Remisi, Brimob Bersenjata Lengkap Jaga Lapas

Senin, 07 September 2015 - 16:59 WIB
Napi Tuntut Remisi,...
Napi Tuntut Remisi, Brimob Bersenjata Lengkap Jaga Lapas
A A A
BATAM - Sejumlah pasukan Brimob bersenjata lengkap diterjunkan untuk menjaga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Batam atau dikenal dengan nama Lapas Barelang.

Penjagaan tersebut dilakukan menyusul keributan yang terjadi di dalam lapas karena
ribuan narapidana meminta kejelasan keterlambatan pemberian remisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 (remisi kemerdekaan) yang belum kunjung turun. Narapidana mempertanyakan dengan cara berteriak-teriak di dalam blok masing-masing.

Namun Kepala Lapas Klas II A Batam Farhan Hidayat mengatakan, tidak ada ketibutan seperti yang diisukan sebelumnya. Mereka (narapidana) hanya berteriak di dalam blok masing-masing sehingga membut semua orang terkejut.

Pemicunya karena mereka meminta kejelasan remisi PP 99 kemerdekaan yang belum turun sampai sekarang ini.

"Mereka mau menanyakan tentang remisi yang belum turun. Remisi PP 99 ini yang memberikan putusan dari pusat, bukan dari Lapas," kata Farhan kepada wartawan.

Dia menyampaikan situasi saat ini sudah aman dan kondusif. Terkait adanya anggota Brimob Polda Kepri, dia mengatakan kehadirannya untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Farhan mengaku kalau petugas Lapas sendiri hanya berjumlah 10 orang sementara narapidana yang dijaga ribuan orang.

"Kami mengantisipasi ada keributan lain, kami minta bantuan langsung dari Brimob. Petugas kita kurang," ucapnya.

Di tempat yang sama, Kasibinadik Lapas Batam Maulana Luthfianto menambahkan terkait remisi PP 99 ini tentang pengetatan pemberian remisi kepada narapidana yang terjerat kasus besar seperti narkotika, korupsi, teroris, serta kasus lainnya.

Keterlambatan remisinya turun karena belum diturunkan dari pusat. Diduga remisinya belum turun pihak pusat saat ini masih menjadi polemik sehingga belum diberikan secara langsung.

Pengusulan remisi sebanyak 120 narapidana sudah dilaksanakan oleh Lapas Barelang. Menurutnya wajar bila narapidana mempertanyakan kapan dapat remisinya.

"Lapas tetap mengusulkan sekitar 120 narapidana, tapi belum diturunkan juga, mungkin di pusat ada polemik sehingga belum turun. Tadi para napi ingin memastikannya, mereka wajar menanyakan itu," kata Luthfi.
(sms)
Berita Terkait
Lapas Perempuan Pontianak...
Lapas Perempuan Pontianak Ricuh, Napi Sandera 3 Sipir
Pengukuran Aset Negara...
Pengukuran Aset Negara di Enrekang Sempat Diwarnai Kericuhan
Musda AMPI Sulsel Deadlock,...
Musda AMPI Sulsel Deadlock, DPP Segera Tunjuk Pelaksana Tugas
Berikut Lima Kasus Kebakaran...
Berikut Lima Kasus Kebakaran Hebat Lapas di Indonesia
Lapas Tangerang Kebakaran,...
Lapas Tangerang Kebakaran, Puluhan Napi Tewas Terbakar
Lapas Brebes Over Kapasitas
Lapas Brebes Over Kapasitas
Berita Terkini
Pria Tewas dengan Luka...
Pria Tewas dengan Luka Tembak di Hotel Mewah Sempat Kirim WA Permintaan Maaf ke Istri
40 menit yang lalu
Kolaborasi Seni Kontemporer...
Kolaborasi Seni Kontemporer dan Industri Kreatif Lahirkan Karya Artistik
40 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
1 jam yang lalu
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
3 jam yang lalu
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
4 jam yang lalu
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
4 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved