Setor Rp1 Juta ke Negara
Jum'at, 04 September 2015 - 09:05 WIB
Setor Rp1 Juta ke Negara
A
A
A
PALEMBANG - Tak disangka, kerajinan produksi narapidana di LP Wanita Merdeka Palembang membuahkan hasil menggembirakan.
Per bulan kerajinan produksi napi ini bahkan mampu menyetor Rp1 juta perbulan untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Pemasyara katan Wanita Merdeka Palem bang, Rach mawati, di sela-sela kun jungan Hijabersmom Com mu nity (HmC) ke lapas wanita, kemarin. Tak hanya pengajian rutin bulanan, kegiatan itu juga diisi dengan tausiyah dan bakti sosial.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan tahanan wanita Lapas Wanita Palembang, khusuk mendengarkan tausiyah yang disampaikan ustad Imron Taslim dengan tema kajian “Kunci Selamat Dunia Akhirat”. Ratusan tahanan yang dipenjara dari macam-ma cam kasus seperti pembunuhan, hingga korupsi tampak antusias mengikuti jalannya acara. Seper ti diketahui Lapas ini juga mem berdayakan para napi dengan berbagai program pembinaan, seperti pembuatan roti, hingga salon kecantikan. Dengan tujuan napi bisa mandiri sehabis men - jalani masa tahanan.
“Kegitan ini adalah bentuk pem binaan kepada para tahanan, dari hasil karya merekapun ki ta dapat menyetor per bulannya Rp1 juta ke negara. Sekarang menurun menjadi Rp60 juta omzetnya itupun omzet kotor,“ Katanya Sementara itu, Ketua Hijaber smom Community (HmC) Palembang, NA Ernawati menyam paikan, agenda mereka di Lapas ini merupakan sebagian dari kegiatan rutin HmC Palembang.
“Biasanya pengajian digelar di masjid atau di rumah bersama pengurus atau member. Tapi kali ini kita coba berbagi dengan penghuni lapas wanita merdeka,” katanya Selain pengajian menurut Ernawati mereka juga menggelar bakti sosial dengan membagikan paket perlengkapan mandi, seperti pasta gigi, sabun, detergen dan, sikat gigi, yang dananya kita kumpulkan setiap bulan dari in - fak dari member serta pengurus.
“Kami melihat penghuni di lapas ini juga membutuhkan dorongan semangat dan perhatian, makanya kita kesini. Ada sekitar 30-an pengurus yang ikut. Kami sengaja ingin berbaur dengan mereka karena mereka juga sama,” ungkapnya.
Bubun kurniadi
Per bulan kerajinan produksi napi ini bahkan mampu menyetor Rp1 juta perbulan untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Pemasyara katan Wanita Merdeka Palem bang, Rach mawati, di sela-sela kun jungan Hijabersmom Com mu nity (HmC) ke lapas wanita, kemarin. Tak hanya pengajian rutin bulanan, kegiatan itu juga diisi dengan tausiyah dan bakti sosial.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan tahanan wanita Lapas Wanita Palembang, khusuk mendengarkan tausiyah yang disampaikan ustad Imron Taslim dengan tema kajian “Kunci Selamat Dunia Akhirat”. Ratusan tahanan yang dipenjara dari macam-ma cam kasus seperti pembunuhan, hingga korupsi tampak antusias mengikuti jalannya acara. Seper ti diketahui Lapas ini juga mem berdayakan para napi dengan berbagai program pembinaan, seperti pembuatan roti, hingga salon kecantikan. Dengan tujuan napi bisa mandiri sehabis men - jalani masa tahanan.
“Kegitan ini adalah bentuk pem binaan kepada para tahanan, dari hasil karya merekapun ki ta dapat menyetor per bulannya Rp1 juta ke negara. Sekarang menurun menjadi Rp60 juta omzetnya itupun omzet kotor,“ Katanya Sementara itu, Ketua Hijaber smom Community (HmC) Palembang, NA Ernawati menyam paikan, agenda mereka di Lapas ini merupakan sebagian dari kegiatan rutin HmC Palembang.
“Biasanya pengajian digelar di masjid atau di rumah bersama pengurus atau member. Tapi kali ini kita coba berbagi dengan penghuni lapas wanita merdeka,” katanya Selain pengajian menurut Ernawati mereka juga menggelar bakti sosial dengan membagikan paket perlengkapan mandi, seperti pasta gigi, sabun, detergen dan, sikat gigi, yang dananya kita kumpulkan setiap bulan dari in - fak dari member serta pengurus.
“Kami melihat penghuni di lapas ini juga membutuhkan dorongan semangat dan perhatian, makanya kita kesini. Ada sekitar 30-an pengurus yang ikut. Kami sengaja ingin berbaur dengan mereka karena mereka juga sama,” ungkapnya.
Bubun kurniadi
(ars)