Akhir Tahun, Pegawai Pakai Tas Daur Ulang

Jum'at, 04 September 2015 - 08:27 WIB
Akhir Tahun, Pegawai...
Akhir Tahun, Pegawai Pakai Tas Daur Ulang
A A A
Jika pegawai negri sipil (PNS) di daerah lain berpenampilan modis dengan pakaian dan asesoris serba mahal. Namun sangat berbeda dengan PNS di Kabupaten Purwakarta.

Di kabupaten ini mereka justru berpenampilan sebaliknya, tak jauh berbeda dengan pakaian petani yang hendak pergi ke ladang. Kampret hitam dan kebaya yang dikenakan petani kini menjadi seragam sehari-hari PNS Purwakarta. Pakaian itu adalah adat khas Sunda yang sebelumnya hampir hilang tergilas jaman. Bahkan, mereka pun dilarang mengenakan pakaian dan asesoris ekspor yang haganya mahal.

Seperti tas kerja saja, mereka harus mengenakan tas yang terbuat dari karung terigu buatan sendiri, atau tas berbahan tikar pandan, atau juga dari daur ulang barang bekas. “Untuk itu jangan kaget jika anda berkunjung ke Purwakarta. Kebijakan yang diterapkan Pemkab Purwakarta menjadikan Purwakarta lebih berkarakter,”ungkap Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Purwakarta Rasmita kepada KORAN SINDOkemarin. Kebijakan PNS mengenakan pakaian adat Sunda sudah lama digulirkan Pemkab Purwakarta.

Namun, lanjut dia, untuk kewajiban mengenakan tas yang terbuat dari daur ulang dan karung terigu baru bergulir pertengahan tahun ini. “Kami menargetkan seluruh pegawai khususnya yang ada di bawah dinas kami paling lambat sebelum 2016 harus merata mengenakan tas buatan sendiri. Jadi, jangan ada lagi PNS yang mengenakan tas ekspor dimulai dari sekarang,”tambahnya.

Dibanding OPD lain, jumlah pegawai disdikpora tercatat paling terbanyak. Jumlahnya hampir 1.000 orang, dengan rincian 5.657 orang PNS dan sekitar 4.000 non-PNS atau tenaga honorer. Mereka diakui Rasmita, memang tidak semua punya keterampilan membuat tas. Solusinya mereka bisa beli asalkan jangan tas dari toko yang bermerek.

“Beli boleh, tapi jangan tas bermerek. Gini aja bawa bahannya ke penjahit, misalnya dari tikar pandan kemudian dijahit. Tidak harus rumit-rumit asal jangan bolong aja,”kata Rasmita.

Didin Jalaludin
Kabupaten Purwakarta
(ars)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
1 jam yang lalu
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
3 jam yang lalu
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
4 jam yang lalu
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
12 jam yang lalu
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
14 jam yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
14 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved