KPAI Sebut Rusunawa Jatinegara Barat Tak Ramah Anak

Rabu, 02 September 2015 - 09:45 WIB
KPAI Sebut Rusunawa...
KPAI Sebut Rusunawa Jatinegara Barat Tak Ramah Anak
A A A
JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Ulfah Anshor mendatangi rusunawa Jatinegara Barat untuk mengecek apakah rusunawa dengan 16 lantai yang disebut-sebut bagaikan apartemen itu sudah ramah anak atau belum.

Saat meninjau, hal yang paling menjadi sorotan oleh Maria yakni model jendela di dalam kamar yang cukup berbahaya bagi anak pasalnya dinding jendela terlalu pendek bagi anak.

"Jarak dari lantai ke jendelanya itu pendek sekali. Begitu membuka jendela, sangat membahayakan dan tidak ada tralis di jendela. Baru beberapa saja dan itu pun tralis yang dipasang hanya setengah," kata Maria kepada wartawan Selasa 1 September 2015.

Melihat hal tersebut, dirinya langsung bertanya kepada pihak pengelola mengenai pemasangan besi pelindung atau teralis yang katanya akan segera dipasang demi memberikan keamanan bagi para penghuni rusun.

PAUD dan TK yang berada di rusunawa tersebut juga belum memiliki arena bermain bagi anak. Namun dari pihak pengelola mengatakan taman bermain akan dilengkapi setelah pemasangan pagar.

Maria menilai Selain tidak ramah anak, rusun ini menurutnya juga tidak ramah bagi penderita disabel dan tuna netra. Pihaknya berharap petugas penjaga di rusun tersebut mengawasi pengoperasian lift terutama saat anak-anak memainkan lift.

"Kan banyak yang takut. Harusnya minimal pelayanannya ditingkatkan. Kalau di apartemen ada petugas jaga yang bisa bantu. Anak kecil juga masih naik turun lift (main) karena gak ada yang jaga. Padahal namanya elektronik kan bisa ngehang, dan di dalam (bisa) terperangkap," tambahnya.

Adanya temuan ini, pihaknya akan memberikan pernyataan resmi dan rekomendasi kepada Pemprov DKI Jakarta serta Kementerian terkait seperti Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak dan Kementerian Sosial. Hal itu dianggap perlu agar ada tindak lanjut dari temuan ini.

"Karena perlindungannya harus lebih komperhensif dari pada di perkampungan. Kalau memang rusun ini mau jadi model, minimal standarnya model apartemen. Ini kan konsep asal ada (rusun), belum layak huni orangnya suruh tempati," tutupnya.
(ysw)
Berita Terkait
Pentingnya Rumah Susun...
Pentingnya Rumah Susun Lebih Luas untuk Keluarga Muda
Warga Minta Perbaikan...
Warga Minta Perbaikan Rusun Bidara Cina yang Terabaikan Sejak 1995
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Retribusi Rusun Selama Pandemi Covid-19
Serah Terima Kunci Rusun...
Serah Terima Kunci Rusun untuk Penghuni Kolong Tol
Tangis Warga Warnai...
Tangis Warga Warnai Pembongkaran Rumah oleh PT KAI di Bandung
Ganggu Mobilitas ke...
Ganggu Mobilitas ke IKN, Pemerintah Bakal Gusur 29 Rumah Warga Sepaku
Berita Terkini
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
2 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
2 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
2 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
2 jam yang lalu
Berdayakan Kampung Papua:...
Berdayakan Kampung Papua: Kolaborasi PBB, Kemendes, dan Komunitas Lokal Latih Ratusan Wirausaha Baru
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved