Ingin Jadi Legenda di Jakarta, Ahok Disarankan Fokus Kerja
Senin, 31 Agustus 2015 - 15:03 WIB
Ingin Jadi Legenda di Jakarta, Ahok Disarankan Fokus Kerja
A
A
A
JAKARTA - Putera mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk fokus bekerja hingga masa tugas berakhir. Boy Sadikin putera mantan gubernur tersebut mengingatkan Ahok untuk tidak menyalahkan orang lain.
Boy Sadikin menuturkan, pernyataan Ahok yang menyalahkan Ali Sadikin saat memimpin Jakarta beberapa puluhan tahun lau sangat tidak etis. Menurut Boy, masterplan konsep Jakarta 30 tahun lahir dari pemikiran sang ayah.
Apalagi, kata dia, hampir setiap Gubernur DKI selama ini mengimplementasikan konsep pembangun tersebut. "Kalau konsep-konsep tersebut berdampak pada Jakarta, maka tugas Gubernur berikutnya untuk koreksi dan adjustment sesuai dengan zaman dan aturannya sendiri. Jangan malah menyalahkan," kata Boy Sadikin saat dihubungi di Jakarta, Minggu 30 Agustus 2015 kemarin.
Ketua DPD DKI Jakarta itu menyarankan agar Ahok sebaiknya mempelajari track record masing-masing mantan Gubernur Jakarta, sebelum menyalahkan seseorang. Salah satunya, dengan menyelidiki izin-izin yang pernah dikeluarkan dan berdampak negatif terhadap pembangunan Ibu Kota.
Mantan anggota DPRD DKI Jakarta itu pun meminta agar Ahok fokus bekerja hingga masa baktinya rampung. Apabila berprestasi dan berkontribusi positif terhadap pembangunan Jakarta, lanjut Boy, Ahok akan menjadi legenda baru menggantikan Ali.
"Pahlawan disebut pejuang setelah yang bersangkutan selesai berjuang, bahkan meninggal dunia. Selidiki dulu, gubernur mana yang menyimpang dari masterplan yang susah payah dibuat dahulu. Jangan-jangan, Ahok juga enggak punya konsep sendiri. Apalagi, hanya untuk diri sendiri dan konsumsi politik Pilkada 2017," tegasnya.
Sebelumnya, Ahok sempat geram dengan sejumlah pengamat dan lembaga yang mengkritik kebijakannya terkait penertiban pemukiman Kampung Pulo, Jakarta Timur. Ahok lantas mengalihkannya ke eks Gubernur Ali Sadikin.
Boy Sadikin menuturkan, pernyataan Ahok yang menyalahkan Ali Sadikin saat memimpin Jakarta beberapa puluhan tahun lau sangat tidak etis. Menurut Boy, masterplan konsep Jakarta 30 tahun lahir dari pemikiran sang ayah.
Apalagi, kata dia, hampir setiap Gubernur DKI selama ini mengimplementasikan konsep pembangun tersebut. "Kalau konsep-konsep tersebut berdampak pada Jakarta, maka tugas Gubernur berikutnya untuk koreksi dan adjustment sesuai dengan zaman dan aturannya sendiri. Jangan malah menyalahkan," kata Boy Sadikin saat dihubungi di Jakarta, Minggu 30 Agustus 2015 kemarin.
Ketua DPD DKI Jakarta itu menyarankan agar Ahok sebaiknya mempelajari track record masing-masing mantan Gubernur Jakarta, sebelum menyalahkan seseorang. Salah satunya, dengan menyelidiki izin-izin yang pernah dikeluarkan dan berdampak negatif terhadap pembangunan Ibu Kota.
Mantan anggota DPRD DKI Jakarta itu pun meminta agar Ahok fokus bekerja hingga masa baktinya rampung. Apabila berprestasi dan berkontribusi positif terhadap pembangunan Jakarta, lanjut Boy, Ahok akan menjadi legenda baru menggantikan Ali.
"Pahlawan disebut pejuang setelah yang bersangkutan selesai berjuang, bahkan meninggal dunia. Selidiki dulu, gubernur mana yang menyimpang dari masterplan yang susah payah dibuat dahulu. Jangan-jangan, Ahok juga enggak punya konsep sendiri. Apalagi, hanya untuk diri sendiri dan konsumsi politik Pilkada 2017," tegasnya.
Sebelumnya, Ahok sempat geram dengan sejumlah pengamat dan lembaga yang mengkritik kebijakannya terkait penertiban pemukiman Kampung Pulo, Jakarta Timur. Ahok lantas mengalihkannya ke eks Gubernur Ali Sadikin.
(whb)