PLTU Batang Ditargetkan Rampung 2018

Sabtu, 29 Agustus 2015 - 10:51 WIB
PLTU Batang Ditargetkan...
PLTU Batang Ditargetkan Rampung 2018
A A A
BATANG - Setelah lama terkatung-katung akibat terkendala beragam masalah, pembangunan mega pro yek PLTU Batang akhir nya diresmikan kemarin. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2018.

Presiden Joko Widodo mengatakan, proyek pembangunan PLTU dengan kapasitas 2x1.000 megawatt tersebut membutuhkan anggaran yang besar sehingga pemerintah perlu menggandeng in vestor. “Memang memerlukan mo dal besar, sebab APBN tidak cukup untuk itu.

Oleh se - bab itu, pemerintah menggandeng investor,” kata presiden saat meresmikan construction kick off PLTU Batang dan program elektrifikasi 50 lokasi di pulau terdepan d an d aerah perbatasan di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, kemarin.

Proyek PLTU tersebut sem pat terbengkalai hingga sekitar empat tahun karena terkendala pembebasan lahan un tuk area pembangunan proyek itu. “Sejak menteri saya lantik, langsung saya targetnya harus bisa diselesaikan enam bulan. Saya kejar terus tapi tidak selesai. Tapi Alhamdulillah, bisa selesai setelah mundur lagi empat bulan,” kata Jokowi.

Terkait sisa lahan yang belum dibebaskan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menargetkan selesai dalam waktu satu bulan ke depan. Presiden mengaku akan terus mengecek pembangunan proyek tersebut. “Kalau ada 1,9% yang masih bermasalah, tadi Pak Gubernur (Ganjar) bisik-bisik ke saya, nanti saya rampungkan pak presiden, sebulan beri saya waktu,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengklaim dimulainya pembangunan PLTU Batang merupakan bentuk keberhasilan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan. Karena itu, presiden berharap tidak ada lagi proyek-proyek yang terbengkalai akibat terkendala perizinan atau pembebasan lahan. “Dengan begini, tidak ada lagi investor yang ragu berinvestasi kekita (Indonesia),” ujarnya.

Prioritas pembangunan PLTU itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Sebab kebanyakan keluhan yang didapat saat berkunjung ke daerah karena ketersediaan listrik kurang. “Terutama di luar Jawa, keluhannya adalah listrik. Semoga dengan tercukupinya listrik, anak-anak Indonesia bisa belajar pada malam hari, nelayan bisa menghidupkan freezer , maupun ibu-ibu pemilik garmen juga bisa tetap bekerja.

Selain itu, industri-industri besar hingga hotel juga bisa tetap berjalan,” kata presiden. Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, bersyukur program kelistrikan ini berhasil menjangkau masyarakat yang sudah lama mendambakan listrik. “Proyek PLTU Batang merupakan pola kerja sama pemerintah- swasta (KPS) pertama itu dijamin PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Sekaligus memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia mendukung perekonomian bangsa,” ujarnya. Dijelaskannya, rencana pembangunan PLTU Batang sudah berjalan sejak tanggal 17 Juni 2011. KPS pertama itu dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden No 67 Tahun 2005 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam penyediaan infrastruktur.

“Nilai investasinya mencapai Rp4 miliar dolar AS,” ucapnya. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berjanji akan mengajak dialog kembali bersama warga yang belum bersedia membebaskan lahannya. Dia khawatir warga akan mendapat harga lebih rendah dari penawaran sebelumnya jika melalui penerapan konsinyasi. Hingga saat ini masih ada sekitar 12,5 hektare lahan milik warga yang enggan dibebaskan.

Prahayuda febrianto
(bbg)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
47 menit yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
2 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
3 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
5 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
5 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved