Suami Airin Minta Saksi Korupsi Alkes Tutup Mulut

Selasa, 25 Agustus 2015 - 19:35 WIB
Suami Airin Minta Saksi...
Suami Airin Minta Saksi Korupsi Alkes Tutup Mulut
A A A
SERANG - Tubagus Chairi Wardana alias Wawan melalui pengacaranya meminta sejumlah pihak tutup mulut dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Kedokteran Umum Puskesmas Kota Tangsel APBD-P 2012 senilai Rp23,5 miliar

Hal tersebut terungkap saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang, dengan agenda mendengarkan keterangan lima orang saksi untuk terdakwa Dadang Prijatna.

Saksi juga dimaksudkan untuk Ketua Tim Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) pengadaan barang alkes kedokteran umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan (Tangsel) tahun anggaran 2012 dr Tulus Mualdiono.

Dalam pengadilan terungkap, Wawan melalui pengacaranya mengadakan pertemuan di sebuah rumah makan di daerah Alam Sutra, Tangsel. Pertemuan dilangsungkan antara dr Tulus dan pengacara, setelah pemeriksaan Komisi Peberantasan Korupsi (KPK).

“Diajak untuk bertemu tiga orang pengacara di restoran daerah Alam Sutera. Saya ikut atas perintah pengacara, dan menginstrusikan untuk jangan terbuka, tidak boleh jujur harus bohong,” kata dr Tulus, di muka sidang, Selasa (25/8/2015).

Hal serupa diungkapkan saksi Ahmad Bazury yang menjabat sebagai Panitia Pengadaan. Dia mengaku, diajak untuk bertemu pengacara keluarga Wawan yang disediakan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Ahmad Bazury mengaku, dirinya diminta agar tak menyebutkan dan tidak mengenal nama Direktur Utama Java Medika Yuni Astuti jika ditanyakan oleh penyidik KPK oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Dadang M Epid.

“Pak Kadis (Dadang M Epid) pernah bilang, nanti kita ketemu dan dikenalkan dengan pengacara yang disediakan oleh Wali Kota (Airin),” katanya Bazury.

Untuk diketahui, dalam kasus ini suami Airin, Wawan menerima dana sebesar Rp7,9 miliar, Yuni Astuti Rp5 Miliar, Dadang Rp1,1 miliar, Agus Marwan Rp206 juta, dan Mamak Jamaksari Rp37 juta.

Dalam perhitungan Tim Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia, korupsi pengadaan Alkes Puskesmas pada Pemkot Tangsel tahun 2012 sebesar Rp14.528.805.001,75
(san)
Berita Terkait
Kasus Korupsi Alkes,...
Kasus Korupsi Alkes, Eks Pejabat Kemenkes Divonis 2 Tahun Penjara
Kejari Tanggamus Tetapkan...
Kejari Tanggamus Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Alkes RSUD Batin Mangunang
Kasus Korupsi Alkes,...
Kasus Korupsi Alkes, Tubagus Chaeri Wardana Divonis Empat Tahun Penjara
Wawan: Saya jadi Pengusaha...
Wawan: Saya jadi Pengusaha Sebelum Atut Jadi Gubernur Banten
Kasus Korupsi Alkes,...
Kasus Korupsi Alkes, Wawan Divonis 4 Tahun Penjara
Hari Ini Wawan Hadapi...
Hari Ini Wawan Hadapi Vonis Kasus Dugaan Korupsi Alkes
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
1 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
1 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
1 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
3 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
5 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
6 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved