Ibu Tega Tinggalkan Orok Laki-laki di Kolong Jembatan
Selasa, 25 Agustus 2015 - 13:29 WIB
Ibu Tega Tinggalkan Orok Laki-laki di Kolong Jembatan
A
A
A
KULON PROGO - Orok laki-laki yang baru dilahirkan dibuang di kolong Jembatan Kreo, Pedukuhan Kisik, Banjararum, Kalibawang, Kulon Progo. Diduga, bayi malang ini sengaja dibuang oleh orangtuanya.
Kapolsek Kalibawang Kompol Joko Sumarah mengatakan, orok laki-laki ini ditemukan pertama kali oleh pencari ikan yang identitasnya tidak diketahui. Usai menemukan, pria tersebut melaporkan kepada kepala dukuh setempat, dan langsung pergi.
Penemuan inipun kemudian dilaporkan kepada polisi. Bayi dengan panjang 49 cm dan berat 3,8 kg ini ditemukan masih lengkap dengan ari-arinya. Bayi ini dibungkus dengan kaos warna kuning, baju, dan sarung kotak-kotak hijau.
“Sepertinya bayi ini baru saja dilahirkan, karena ari-arinya masih ada,” jelas Joko, kepada wartawan, Selasa (25/8/2015).
Dari hasil olah TKP, sepertinya pelaku tidak melempar bayi ini dari atas jembatan. Namun sengaja diletakkan di bawah jembatan. Sedangkan darah kering masih ditemukan di sisi atas jembatan.
“Mungkin pembuang tidak tega melempar, kemudian ke bawah dan meletakkannya di tepi sungai,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan medis, bayi malang ini kemungkian meninggal sekitar pukul 05.00 WIB. Hal itu terlihat dari kondisi bayi yang masih belum begitu kaku. Bayi tersebut juga sudah lahir melalui persalinan dan baru dibuang.
“Seperti bayi ini lahir normal dan meninggal beberapa jam sebelum ditemukan,” ujar dokter Puskesmas Kalibawang dr Pranita kepada polisi yang melakukan oleh TKP.
Hingga kini, petugas Polsek Kalibawang masih melakukan penyelidikan. Namun setelah melihat lokasinya, kemungkinan pelaku sudah hafal lokasi pembuangan. Sangat dimungkinkan, dilakukan warga yang kerap melintas.
"Entah dari Kulonprogo, Sleman, atau Magelang, yang lokasinya berdekatan. Guna pemeriksaan lebih lanjut, bayi tersebut dibawa ke RSUP dr Sardjito untuk proses autopi," jelasnya.
Dengan adanya penemuan ini, maka di Kulon Progo dalam bulan Agustus, sudah dua kali kasus pembuangan bayi. Kejadian pertama pada Selasa 18 Agustus 2015 di Sungai Serang, Desa Glagah, dan kedua di Jembatan Kreo.
Kapolsek Kalibawang Kompol Joko Sumarah mengatakan, orok laki-laki ini ditemukan pertama kali oleh pencari ikan yang identitasnya tidak diketahui. Usai menemukan, pria tersebut melaporkan kepada kepala dukuh setempat, dan langsung pergi.
Penemuan inipun kemudian dilaporkan kepada polisi. Bayi dengan panjang 49 cm dan berat 3,8 kg ini ditemukan masih lengkap dengan ari-arinya. Bayi ini dibungkus dengan kaos warna kuning, baju, dan sarung kotak-kotak hijau.
“Sepertinya bayi ini baru saja dilahirkan, karena ari-arinya masih ada,” jelas Joko, kepada wartawan, Selasa (25/8/2015).
Dari hasil olah TKP, sepertinya pelaku tidak melempar bayi ini dari atas jembatan. Namun sengaja diletakkan di bawah jembatan. Sedangkan darah kering masih ditemukan di sisi atas jembatan.
“Mungkin pembuang tidak tega melempar, kemudian ke bawah dan meletakkannya di tepi sungai,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan medis, bayi malang ini kemungkian meninggal sekitar pukul 05.00 WIB. Hal itu terlihat dari kondisi bayi yang masih belum begitu kaku. Bayi tersebut juga sudah lahir melalui persalinan dan baru dibuang.
“Seperti bayi ini lahir normal dan meninggal beberapa jam sebelum ditemukan,” ujar dokter Puskesmas Kalibawang dr Pranita kepada polisi yang melakukan oleh TKP.
Hingga kini, petugas Polsek Kalibawang masih melakukan penyelidikan. Namun setelah melihat lokasinya, kemungkinan pelaku sudah hafal lokasi pembuangan. Sangat dimungkinkan, dilakukan warga yang kerap melintas.
"Entah dari Kulonprogo, Sleman, atau Magelang, yang lokasinya berdekatan. Guna pemeriksaan lebih lanjut, bayi tersebut dibawa ke RSUP dr Sardjito untuk proses autopi," jelasnya.
Dengan adanya penemuan ini, maka di Kulon Progo dalam bulan Agustus, sudah dua kali kasus pembuangan bayi. Kejadian pertama pada Selasa 18 Agustus 2015 di Sungai Serang, Desa Glagah, dan kedua di Jembatan Kreo.
(san)