Pemasukan Terus Turun, BPK Diminta Audit BUMD Gas Bekasi

Sabtu, 22 Agustus 2015 - 01:50 WIB
Pemasukan Terus Turun,...
Pemasukan Terus Turun, BPK Diminta Audit BUMD Gas Bekasi
A A A
BEKASI - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perusahaan gas daerah PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) milik Pemerintah Kabupaten Bekasi (Pemkab) kembali disoal. Pasalnya, hampir setiap tahun setoran ke kas daerah mengalami penurunan Rp7 miliar.

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus segera mengaudit alokasi anggaran milik Pemkab Bekasi tersebut. "Wajib diperiksa oleh BPK, karena mereka sebagai badan perusahaan milik pemerintah daerah," kata Ucok Sky Khadafi ketika dihubungi, Jumat 21 Agustus 2015.

Meski BUMD itu bentuknya sudah menjadi perusahaan, menurut Ucok, langkah itu untuk menghindari bancakan atau kebocoran anggaran yang dilakukan oleh oknum PNS yang diduga sudah kongkalikong dengan perusahaan tersebut. "Kalau perusahaan iya dikelola sendiri, tapi tetap harus diaudit juga," ucapnya.

Ucok mencurigai, penurunan setoran kas daerah tahun ini akibat lemahnya pemeriksaan keuangan. Hal itu diduga neraca perusahaan selalu direkayasa dengan alasan terus merugi. "Lihat saja, laporannya selalu turun tiap tahun, siapa yang tahu terkait apa penurunannya, kalau tidak di audit BPK," imbuhnya.

Ucok mengaku, pemakaian akuntan publik dalam melakukan audit keuangan sifatnya tidak wajib. Berbeda, dengan audit yang dilakukan BPK yang bersifat wajib. Sebab, hasil audit diluar BPK bisa dipakai untuk menutupi adanya penyimpangan. "Kalau BPK yang audit bisa dijadikan sebagai bukti hukum di pengadilan," katanya.

Perlu diketahui, setoran PAD tahun akhir 2014 PT BBWM Kabupaten Bekasi hanya Rp30 miliar. Padahal, akhir tahun 2013 lalu, setoran ke kas daerah sebesar Rp37 miliar.

Direktur Utama, PT BBWM Prananto Sukodjatmoko mengatakan, penyusutan setoran kas daerah itu disebabkan karena faktor pasar. Di mana saat itu, harga gas pemerintah lebih murah ketimbang harga jual PGN. "Jadi serapannya menjadi berkurang," katanya.

Prananto menambahkan, untuk pengauditan keuangan pihaknya memang memakai badan independen akuntan. "Karena kita posisinya perusahaan persero, jadi pakai badan independen, bukan BPK," ujarnya.
(whb)
Berita Terkait
PPKM Darurat, KUA Kabupaten...
PPKM Darurat, KUA Kabupaten Bekasi Tutup Layanan Daftar Nikah
Pengadilan Negeri Cikarang...
Pengadilan Negeri Cikarang Gelar Sidang di Tempat Periksa Pasar Induk Cibitung
Danrem 051/Wijayakarta...
Danrem 051/Wijayakarta Resmikan Gedung Baru Koramil 05 Cibitung
Cegah Corona, PLN UP3...
Cegah Corona, PLN UP3 Cikarang Minta Pelanggan Lakukan Baca Meter Mandiri
Tata Mal Pelayan Publik,...
Tata Mal Pelayan Publik, Bekasi Anggarkan Rp2,9 Miliar
Tidak Prosedural, Mendagri...
Tidak Prosedural, Mendagri Kembalikan Hasil Pemilihan Wabup Bekasi ke Pemprov Jabar
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
1 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
1 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
2 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
5 jam yang lalu
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved