Serunya Saksikan Kehidupan Empat Klan di Jakarta Teater

Minggu, 16 Agustus 2015 - 00:39 WIB
Serunya Saksikan Kehidupan...
Serunya Saksikan Kehidupan Empat Klan di Jakarta Teater
A A A
JAKARTA - Suara bergemuruh mengisi ruang Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat pada Sabtu (15/8/2015) malam.

Suara gemuruh itu datang dari ratusan pengunjung yang antusias menyaksikan drama musikal yang digelar oleh Jakarta Movement of Inspiration (JKTMovein).

Sesuai suasana ruang teater, drama musikal itu pun bertajuk Gemuruh. Pementasan drama itu berlangsung selama dua jam sejak pukul 19.00 WIB.

Antusiasme penonton terhadap acara yang digagas JKTMovein dengan media partner MNC Group sudah terlihat satu jam sebelum drama dimulai.

Antrean calon penonton yang ingin mendapatkan tiket masuk pertunjukan itu mengular panjang.

Gemuruh adalah kisah tentang empat kelompok kekerabatan atau klan yang saling bermusuhan dan selalu bertengkar.

"Gemuruh memiliki empat karakter yang mencerminkan masing-masing klannya," ujar produser drama musikal tu, Nurul Pareswari di Teater Jakarta, TIM, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2015).

Empat klan tersebut memiliki gaya hidup dan kepercayaan yang berbeda-beda. Klan Sikara, klan pemuja matahari bersuara sopran yang memiliki jiwa kepemimpinan tak tertandingi dan kerap memamerkannya pada klan lainya.

Klan Aruna, klan pemuja bulan bersuara alto yang mencintai perdamaian. Kemudian, Klan Tranggana adalah pemuja bintang bersuara tenor yang menginginkan semua orang mendapatkan pencerahan.

Terakhir, klan Balin yang memuja bumi bersuara bas yang menginginkan kebahagian menghiasi semua orang.

Keempat klan itu selalu bertengkar dan bermusuhan, hingga akhirnya mereja bersatu dalam membuat tanggul untuk menghadapi adanya bencana alam Gunung Mandini yang meletus memporakporandakan jagat Samasata, tempat keempat klan tersebut tinggal.

Dalam menyiapkan pertujukan itu, Nurul memilih para pemain yang memiliki kemampuan multitalenta, yakni berakting, bernyanyi, dan menari.

Drama musikal Gemuruh menampilkan delapan adegan yang dibumbui dengan lakon-lakon yang lucu sehingga ratusan penonton pun ikut bersorak senang. Lakon semakin menarik karena dibumbui adegan romantisme.

Salah satu penonton, Arto mengatakan drama musikal tersebut elegan. Apalagi drama mengangkat tema kebinekaan yang seusai dengan momentum menjelang Hari Kemerdekaan RI.

"Ini cerita tentang kebinekaan. Perbedaan itu tercipta untuk saling melengkapi dan saling bersama. Sama halnya Indonesia. Berbeda agama, adat istiadat, bahasa, dan suku tapi tetap satu. Satu itu hal mutlak yang patut kita jaga," tuturnya.

JKTMovein adalah wadah kreatif pemuda Jakarta dalam bidang seni. Melalui wadah ini, pemuda dapat mencurahkan bakat seninya.
(dam)
Berita Terkait
Harmoni Global di Riyadh:...
Harmoni Global di Riyadh: Memperkenalkan Budaya Indonesia
Omnibus Law Kebudayaan...
Omnibus Law Kebudayaan Diperlukan untuk Memajukan Kebudayaan
Kemendikbudristek Dorong...
Kemendikbudristek Dorong Ruang Publik sebagai Kawasan Pemajuan Kebudayaan
Pemajuan Kebudayaan...
Pemajuan Kebudayaan Jadi Agenda Prioritas Pembangunan Nasional
Indonesian Cultural...
Indonesian Cultural Outlook 2026: Kemenbud Dorong Diplomasi Budaya di Tengah Krisis Global
Bappenas Godok Hasil...
Bappenas Godok Hasil Musrenbang Pemajuan Kebudayaan dengan Kemendikbudristek
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
1 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
1 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
1 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
1 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
2 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Kawal...
PASTI INDONESIA Kawal Praperadilan dan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved