Menang Berkat Penghayatan Lagu yang Mendalam
Selasa, 11 Agustus 2015 - 09:58 WIB
Menang Berkat Penghayatan Lagu yang Mendalam
A
A
A
Setiap perguruan tinggi hampir pasti memiliki kelompok paduan suara mahasiswa (PSM). Namun, tak semuanya mampu mengukir prestasi di acara skala internasional.
Salah satu yang cukup cemerlang adalah PSM Dian Nuswa. Di acara Bali International Choir Festival (BICF) 2015, PSM dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ini menyabet medali emas.
Pada tahun lalu, PSM Dian Nuswa hanya mampu meraih medali perak di ajang yang sama. Prestasi ini cukup membanggakan. Sebab BICF 2015 yang digelar di Denpasar, Bali, pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2015 itu, PSM Dian Nuswa berhasil menyisihkan 15 grup PSM lain dari berbagai nega ra, seperti Malaysia dan Filipina pada kategori folklore. Grup yang terdiri atas 14 personel laki-laki dan 22 perempuan itu membawakan dua lagu berjudul Karaben Sape dan Ugo-ugo . Ketua PSM Gita Dian Nuswa, Atika Mutiarachim mengakui, kualitas dari grupgrup lain sangat bagus. Namun, paduan suaranya unggul di penghayatan sehingga mendapatkan nilai plus.
“Dari segi vokal, hampir semua peserta memiliki kualitas yang bisa dibilang sepadan, namun penghayatan dari lagu yang dibawakan menjadi nilai lebih bagi peserta. Hal ini yang menjadi kunci kemenangan Gita Dian Nuswa dalam meraih emas,” katanya.
Sebelum mengikuti BICF, kata dia, para anggota PSM Dian Nuswa harus berlatih keras sebagai persiapan. Tak tanggung-tanggung, mereka berlatih kurang lebih selama lima bulan sebelum pelaksanaan acara digelar. Tidak berhenti di situ, untuk mema - tangkan performa saat tampil di atas panggung internasional itu, Gita Dian Nuswa juga sempat menyelenggarakan konser precompetition .
“Berbekal pengalaman dan prestasi yang diraih di BICF selama dua kali keikutsertaan, Gita Dian Nuswa berencana mengadakan lomba paduan suara guna lebih mengenalkan PSM milik Udinus ke dunia luar. Target tahun depan ingin mengadakan lomba sekaligus mempromosikan Gita Dian Nuswa dan Udinus,” tuturnya. Sementara dosen pembim bing PSM Gita Dian Nuswa, Bambang Minarso menga takan, penggemblengan dan pencarian bakat sebelumnya telah dilakukan oleh kampus.
Melalui beberapa acara musikal yang kerap diselengg - arakan di lingkungan kampus, perlahan-lahan diseleksi satu per satu personel secara diam-diam melalui pengamatan. “Kami memang selalu mendorong mahasiswa untuk berprestasi dalam setiap kejuaraan. Hal ini bertujuan agar tingkat percaya diri makin bertambah pada kejuaraan-kejuaraan selanjutnya,” katanya.
Meski sempat menemukan kendala untuk menyatukan masing-masing karakter suara para personel, tapi akhirnya dapat diatasi dengan kecer matan dan keseriusan. x“Bahkan beberapa mahasiswa dulu pernah ada yang ingin mundur. Namun akhirnya, ketika kami berikan motivasi, semangat itu muncul lagi. Pada dasarnya, mereka (personel PSM) itu pada suka bernyanyi sehingga saat disatukan suaranya itu memiliki karakteristik sendiri-sendiri dan kelihatan bagus sekali,” katanya.
Dia menambahkan, tim tersebut patut diberi apresiasi. “Torehan prestasi terus dicetak oleh tim paduan dengan luar biasa. Kami berharap bisa disusul dengan tim-tim yang lain dalam kejuaraan yang berbeda,” katanya.
Susilo Himawan
Kota Semarang
Salah satu yang cukup cemerlang adalah PSM Dian Nuswa. Di acara Bali International Choir Festival (BICF) 2015, PSM dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ini menyabet medali emas.
Pada tahun lalu, PSM Dian Nuswa hanya mampu meraih medali perak di ajang yang sama. Prestasi ini cukup membanggakan. Sebab BICF 2015 yang digelar di Denpasar, Bali, pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2015 itu, PSM Dian Nuswa berhasil menyisihkan 15 grup PSM lain dari berbagai nega ra, seperti Malaysia dan Filipina pada kategori folklore. Grup yang terdiri atas 14 personel laki-laki dan 22 perempuan itu membawakan dua lagu berjudul Karaben Sape dan Ugo-ugo . Ketua PSM Gita Dian Nuswa, Atika Mutiarachim mengakui, kualitas dari grupgrup lain sangat bagus. Namun, paduan suaranya unggul di penghayatan sehingga mendapatkan nilai plus.
“Dari segi vokal, hampir semua peserta memiliki kualitas yang bisa dibilang sepadan, namun penghayatan dari lagu yang dibawakan menjadi nilai lebih bagi peserta. Hal ini yang menjadi kunci kemenangan Gita Dian Nuswa dalam meraih emas,” katanya.
Sebelum mengikuti BICF, kata dia, para anggota PSM Dian Nuswa harus berlatih keras sebagai persiapan. Tak tanggung-tanggung, mereka berlatih kurang lebih selama lima bulan sebelum pelaksanaan acara digelar. Tidak berhenti di situ, untuk mema - tangkan performa saat tampil di atas panggung internasional itu, Gita Dian Nuswa juga sempat menyelenggarakan konser precompetition .
“Berbekal pengalaman dan prestasi yang diraih di BICF selama dua kali keikutsertaan, Gita Dian Nuswa berencana mengadakan lomba paduan suara guna lebih mengenalkan PSM milik Udinus ke dunia luar. Target tahun depan ingin mengadakan lomba sekaligus mempromosikan Gita Dian Nuswa dan Udinus,” tuturnya. Sementara dosen pembim bing PSM Gita Dian Nuswa, Bambang Minarso menga takan, penggemblengan dan pencarian bakat sebelumnya telah dilakukan oleh kampus.
Melalui beberapa acara musikal yang kerap diselengg - arakan di lingkungan kampus, perlahan-lahan diseleksi satu per satu personel secara diam-diam melalui pengamatan. “Kami memang selalu mendorong mahasiswa untuk berprestasi dalam setiap kejuaraan. Hal ini bertujuan agar tingkat percaya diri makin bertambah pada kejuaraan-kejuaraan selanjutnya,” katanya.
Meski sempat menemukan kendala untuk menyatukan masing-masing karakter suara para personel, tapi akhirnya dapat diatasi dengan kecer matan dan keseriusan. x“Bahkan beberapa mahasiswa dulu pernah ada yang ingin mundur. Namun akhirnya, ketika kami berikan motivasi, semangat itu muncul lagi. Pada dasarnya, mereka (personel PSM) itu pada suka bernyanyi sehingga saat disatukan suaranya itu memiliki karakteristik sendiri-sendiri dan kelihatan bagus sekali,” katanya.
Dia menambahkan, tim tersebut patut diberi apresiasi. “Torehan prestasi terus dicetak oleh tim paduan dengan luar biasa. Kami berharap bisa disusul dengan tim-tim yang lain dalam kejuaraan yang berbeda,” katanya.
Susilo Himawan
Kota Semarang
(ars)