30 Persen Pemilih di Depok Suka Money Politics

Senin, 03 Agustus 2015 - 05:32 WIB
30 Persen Pemilih di...
30 Persen Pemilih di Depok Suka Money Politics
A A A
DEPOK - Money politics diprediksi belum menjauh dari Pilkada Serentak 2015. Karena para pemilih sendiri masih menyukai money politics.

Setidaknya hal itu terjadi terhadap 30 persen pemilih dalam Pilkada Depok. Sebanyak 30 persen para pemilih di Depok hanya memilih pasangan calon yang membayarnya.

Direktur Puspol Indonesia sekaligus Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun mengungkap hal tersebut. "Secara umum jumlah pemilih di Depok 2015 terbagi pada tiga kategori. Transaksional, rasional dan irasional. Untuk pemilih transaksional mencapai 30%," katanya, Minggu (2/8/2015).

Sedangkan pemilih rasional di Depok mencapai 40 persen. Golongan pemilih ini merupakan pemilih yang berpikir dan menentukan terlebih dahulu siapa sosok yang akan dipilihnya. "Warga Depok berasal dari kalangan anak muda, terpelajar dan memiliki gelar pendidikan yang tinggi," jelasnya.

Menurutnya, pemilih rasional akan mendominasi dibanding pemilih transaksional. Hal itu disebabkan Depok merupakan daerah yang dipenuhi oleh sejumlah perguruan tinggi. "Pemilih rasionalnya mendominasi dibandingkan pemilih transaksional," katanya.

Kategori terakhir adalah pemilih irasional yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Mereka memilih tanpa mengetahui informasi secara jelas mengenai siapa sosok yang akan dipilihnya.
(hyk)
Berita Terkait
Hari Ini, KPU Lakukan...
Hari Ini, KPU Lakukan Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Wali Kota Depok
Dapat No Urut 02, Idris-Imam:...
Dapat No Urut 02, Idris-Imam: Lanjutkan Dua Periode
Pilkada Depok: Idris...
Pilkada Depok: Idris Mengaku Berat Berpisah dengan Pradi
Jalani Tes Kesehatan,...
Jalani Tes Kesehatan, Afifah Sengaja Menginap di Bandung
Begini Teknis Pengundian...
Begini Teknis Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Depok
Ditinggal PAN saat Injury...
Ditinggal PAN saat Injury Time, Idris Optimistis dengan Gerbong PKS dan Koalisi TAS
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
2 jam yang lalu
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
3 jam yang lalu
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
3 jam yang lalu
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
4 jam yang lalu
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
5 jam yang lalu
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
6 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved