IPW Minta Kapolda Segera Ungkap Pengeroyokan Anggota TNI
Minggu, 02 Agustus 2015 - 20:14 WIB
IPW Minta Kapolda Segera Ungkap Pengeroyokan Anggota TNI
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian segera mengungkap kasus pengeroyokan terhadap dua anggota TNI yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Ketua Presidium IPW Neta S Pane melihat jika kasus pengeroyokan terhadap anggota TNI tak kunjung dituntaskan Polri, trennya akan terus terjadi. Di Sulsel kasus pengeroyokan yang terjadi pada 12 Juli 2015 terhadap Pratu Fatku Rahman dan Pratu Aspin Mallobasang anggota Kostrad yang sedang cuti Lebaran dikeroyok 20 orang dan ditusuk di Lapangan Syekh Yusuf, Gowa.
Nyawa Pratu Aspin tak tertolong, setelah menderita luka tusukan di dada. Sedangkan Pratu Fatku luka tusuk di punggung dan perut. "IPW berharap Polda Metro Jaya mengungkap kasus pengeroyokan dua anggota TNI di Terminal kampung Melayu, jangan seperti di Sulsel yang belum terungkap," ujar Neta dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Minggu (2/8/2015).
IPW berkeyakinan Kapolda Metro Jaya akan mampu mengungkap kasus pengeroyokan terhadap anggota TNI ini. Sebab, jika kasus ini tidak terungkap tuntas dikhawatirkan akan muncul aksi solidaritas.
Pasalnya di Jakarta pernah punya pengalaman buruk dalam hal ini. Pada tahun 2012 lalu di Jakarta pernah muncul oknum yang menyebut dirinya sebagai geng motor Pita Kuning.
Mereka mengamuk karena polisi tidak serius dan lamban dalam mengungkap kasus terbunuhnya anggota TNI AL Kelasi Satu Arifin Sirih. Akibatnya, kelompok ini mencari sendiri pelakunya.
Dampaknya, oknum-oknum itu merusak sejumlah kantor polisi. Kasus ini perlu menjadi pelajaran bagi jajaran kepolisian. Untuk menghindari hal serupa, Kapolri perlu mengingatkan bawahannya sekecil apapun peluang keresahan dan konflik harus dihindari.
Caranya, segera mengungkap kasus pengeroyokan yang menewaskan anggota TNI itu agar pelakunya bisa segera diadili.
Ketua Presidium IPW Neta S Pane melihat jika kasus pengeroyokan terhadap anggota TNI tak kunjung dituntaskan Polri, trennya akan terus terjadi. Di Sulsel kasus pengeroyokan yang terjadi pada 12 Juli 2015 terhadap Pratu Fatku Rahman dan Pratu Aspin Mallobasang anggota Kostrad yang sedang cuti Lebaran dikeroyok 20 orang dan ditusuk di Lapangan Syekh Yusuf, Gowa.
Nyawa Pratu Aspin tak tertolong, setelah menderita luka tusukan di dada. Sedangkan Pratu Fatku luka tusuk di punggung dan perut. "IPW berharap Polda Metro Jaya mengungkap kasus pengeroyokan dua anggota TNI di Terminal kampung Melayu, jangan seperti di Sulsel yang belum terungkap," ujar Neta dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Minggu (2/8/2015).
IPW berkeyakinan Kapolda Metro Jaya akan mampu mengungkap kasus pengeroyokan terhadap anggota TNI ini. Sebab, jika kasus ini tidak terungkap tuntas dikhawatirkan akan muncul aksi solidaritas.
Pasalnya di Jakarta pernah punya pengalaman buruk dalam hal ini. Pada tahun 2012 lalu di Jakarta pernah muncul oknum yang menyebut dirinya sebagai geng motor Pita Kuning.
Mereka mengamuk karena polisi tidak serius dan lamban dalam mengungkap kasus terbunuhnya anggota TNI AL Kelasi Satu Arifin Sirih. Akibatnya, kelompok ini mencari sendiri pelakunya.
Dampaknya, oknum-oknum itu merusak sejumlah kantor polisi. Kasus ini perlu menjadi pelajaran bagi jajaran kepolisian. Untuk menghindari hal serupa, Kapolri perlu mengingatkan bawahannya sekecil apapun peluang keresahan dan konflik harus dihindari.
Caranya, segera mengungkap kasus pengeroyokan yang menewaskan anggota TNI itu agar pelakunya bisa segera diadili.
(whb)